HIPMI Apresiasi Langkah Cepat Pertamina Atasi Antrean BBM di Sumut

5 hari yang lalu 6
HIPMI Apresiasi Langkah Cepat Pertamina Atasi Antrean BBM di Sumut Ilustrasi--Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU 14.223.301 Jalan Sisingamangaraja, Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (13/4/2022).(ANTARA/Fransisco Carolio)

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memberikan apresiasi terhadap langkah sigap nan diambil Pertamina Patra Niaga dalam menangani antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara. Upaya normalisasi ini dinilai krusial untuk menjaga degub aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Anthony Leong, menegaskan bahwa kesiapan BBM mempunyai peran strategis dalam kelancaran ekonomi daerah. Gangguan pada pasokan komoditas ini berakibat langsung pada bumi usaha, terutama mengenai biaya logistik.

“Kelangkaan dan antrean BBM nan sempat terjadi di Sumatera Utara tentu menjadi perhatian serius lantaran berakibat langsung terhadap aktivitas masyarakat dan bumi usaha. BBM merupakan komoditas strategis nan memengaruhi mobilitas, pengedaran barang, hingga stabilitas nilai kebutuhan pokok,” ujar Anthony saat dihubungi pada Kamis (16/7/2026).

Langkah Percepatan Distribusi

Anthony menyoroti beberapa langkah konkret nan telah dilakukan Pertamina untuk mengurai antrean dan mempercepat pemulihan pasokan. Berikut adalah poin-poin utama langkah penanganan nan dilakukan:

Langkah Penanganan Tujuan & Dampak
Penambahan Armada Mobil Tangki Mempercepat pengiriman BBM dari terminal ke SPBU.
Penambahan Personel Distribusi Memastikan proses bongkar muat dan penyaluran lebih efisien.
Operasional Terminal BBM 24 Jam Menjamin kesiapan stok tanpa henti di wilayah terdampak.
Sinergi Lintas Sektor Koordinasi dengan Pemda dan abdi negara untuk kelancaran jalur distribusi.

Evaluasi dan Solusi Jangka Panjang

Meski mengapresiasi langkah taktis saat ini, Anthony menyarankan agar Pertamina melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap rantai pasok. Menurutnya, solusi jangka panjang tidak bisa hanya mengandalkan penambahan armada saat terjadi kendala, tetapi kudu menyentuh aspek prasarana logistik dan sistem pemantauan.

"Perlu dilakukan pertimbangan menyeluruh terhadap rantai pasok dan sistem distribusi BBM, termasuk kesiapan prasarana logistik, pengelolaan stok, serta pemantauan pasokan secara real time agar pengedaran dapat melangkah lebih efektif," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem mitigasi akibat nan kuat dan kesiapan stok penyangga (buffer stock) nan memadai untuk menghadapi potensi gangguan pengedaran di masa depan.

Dukungan Pengawasan Legislatif

Selain langkah Pertamina, HIPMI juga menyambut positif inspeksi mendadak (sidak) nan dilakukan oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, di Sumatera Utara. Langkah pengawasan ini dinilai krusial untuk memastikan pengedaran daya tetap tepat sasaran dan terjaga.

Anthony meyakini bahwa koordinasi nan solid antara DPR, Pertamina, pemerintah daerah, dan abdi negara keamanan bakal mempercepat penyelesaian masalah di lapangan. Sinergi ini diharapkan bisa meminimalkan potensi kepanikan masyarakat akibat info nan tidak jeli serta memberikan kepastian bagi para pelaku upaya di Sumatera Utara.

“Pada akhirnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan energi, mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah, serta memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya. (Z-1)

Selengkapnya