Pengacara Hotman Paris Hutapea.(Dok. Instagram)
PENELITI Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah, menilai pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea nan membawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah mempunyai maksud terselubung. Narasi tersebut diduga sebagai sinyal untuk meminta perlindungan alias atensi unik agar kliennya terlepas dari jerat hukum.
Herdiansyah, nan berkawan disapa Castro, menyebut penyebutan Febrie sebagai sosok kebanggaan Presiden merupakan upaya "berbisik" secara samar agar diselamatkan. Menurutnya, tidak mungkin Hotman melontarkan pernyataan tersebut tanpa ada maksud untuk menonjolkan kontribusi masa lampau Febrie dalam pengembalian kerugian negara.
"Kalau kita baca statement-nya Hotman, kenapa dia menyeret-nyeret Presiden? Kan logikanya tidak mungkin Febrie Adriansyah meminta Hotman bicara seperti itu jika tidak ada ruang nan seolah berbisik kepada Presiden, 'Selamatkan saya dong'," ujar Castro saat dihubungi, Senin (20/7).
Castro menambahkan bahwa pembingkaian rekam jejak dan prestasi Febrie sengaja dimunculkan sebagai instrumen tawar-menawar politik dan hukum. Upaya ini diindikasikan kuat untuk melunakkan ketegasan penegakan norma nan sedang melangkah terhadap mantan Jampidsus tersebut.
Lebih lanjut, Castro beranggapan bahwa munculnya opini liar ini merupakan akibat dari kurangnya ketegasan sikap Presiden Prabowo sejak awal kasus mencuat.
"Karena sedari awal memang Presiden tidak tegas terhadap perkara ini, akhirnya ya liar ke mana-mana, termasuk statement-nya Hotman itu," tegas master norma tata negara tersebut.
Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea menyebut Febrie Adriansyah sebagai kebanggaan Presiden Prabowo lantaran sukses menyelamatkan aset negara senilai Rp430 triliun selama menjabat. Hotman merasa miris kliennya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ASABRI dan menyebutnya sebagai corak kriminalisasi.
Di sisi lain, DPP Partai Gerindra melalui ahli bicaranya telah melayangkan teguran kepada Hotman Paris. Gerindra meminta Hotman untuk konsentrasi pada pendampingan norma dan tidak melibatkan nama Presiden Prabowo dalam materi pembelaan kasus tersebut. (Z-100








English (US) ·
Indonesian (ID) ·