Houthi Deklarasikan Embargo Maritim untuk Arab Saudi, Selat Bab Al-Mandab Ditutup

1 hari yang lalu 5
Houthi Deklarasikan Embargo Maritim untuk Arab Saudi, Selat Bab Al-Mandab Ditutup Kelompok Houthi di Yaman umumkan embargo maritim dan penutupan Selat Bab al-Mandab bagi kapal Arab Saudi sebagai jawaban atas pemblokadean pelabuhan.(EPA)

KELOMPOK Houthi di Yaman mengumumkan "embargo maritim" terhadap Arab Saudi nan bertindak segera. Langkah retaliasi ini diambil sebagai jawaban atas tindakan blokade nan dilakukan pihak Arab Saudi terhadap pelabuhan dan airport di wilayah barat laut Yaman nan dikuasai Houthi.

Meski rincian teknis embargo belum dirinci secara menyeluruh, pejabat media Houthi mengonfirmasi bahwa mereka menutup Selat Bab al-Mandab, jalur gerbang selatan Laut Merah, bagi seluruh kapal milik Arab Saudi.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam keras dan berjanji bakal mengambil seluruh langkah nan diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya sesuai dengan norma internasional.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan tindakan ini merupakan respons atas pengepungan berulang nan dialami rakyat Yaman.

"Arab Saudi telah melakukan pengepungan nan tidak setara dan menindas terhadap rakyat kami nan tercinta selama nyaris 12 tahun, merampas sumber daya kami, dan menerapkan blokade menyeluruh terhadap pelabuhan dan airport kami melalui darat, laut, dan udara," tegas Sarea.

Ia menambahkan bahwa keputusan embargo maritim terhadap Arab Saudi ini didasarkan pada prinsip "mata dibalas mata".

"Setiap tindakan tolol nan dilakukan oleh musuh Arab Saudi melalui segala corak eskalasi bakal dibalas dengan eskalasi nan menyeluruh dan tegas," tambahnya.

Wakil Kepala Kantor Media Houthi, Nasruddin Amer, menegaskan kembali melalui platform X bahwa pasukan mereka secara resmi "menutup Bab al-Mandab bagi kapal-kapal musuh Arab Saudi."

Eskalasi ini terjadi hanya sepekan setelah perselisihan kedua pihak kembali memanas sejak gencatan senjata informal diberlakukan pada 2022. Houthi menyatakan telah meluncurkan rudal ke Bandara Abha di Arab Saudi sebagai jawaban atas serangan udara di Bandara Sanaa. Pihak pemerintah Yaman nan didukung Arab Saudi menyatakan serangan udara itu bermaksud mencegah pesawat Iran mendarat tanpa izin.

Selat Bab al-Mandab merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia, terutama setelah terganggunya Selat Hormuz. Arab Saudi apalagi telah mengalihkan lebih dari 70 persen ekspor minyak mentahnya ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari titik bentrok lain.

Pengamat akibat dari lembaga Basha Report nan berbasis di AS, Mohammed Albasha, menilai ancaman ini sudah cukup memicu gangguan tajam.

"Bahkan jika tidak ada kapal nan diserang, pengumuman ini saja berpotensi mengganggu pelayaran dan menciptakan ketidakpastian bagi pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi. Apakah Houthi bakal bergerak dari sekadar ancaman menjadi tindakan langsung tetap menjadi rumor nan sangat krusial," ungkapnya. (BBC/Z-2)

Selengkapnya