Ilmuwan Peringatkan Krisis Oksigen Lautan Berpotensi Menyentuh Batas Kritis Stabilitas Bumi

21 jam yang lalu 3
Ilmuwan Peringatkan Krisis Oksigen Lautan Berpotensi Menyentuh Batas Kritis Stabilitas Bumi Ilustrasi(Magnific)

TIM peneliti internasional mendesak agar penurunan kadar oksigen di perairan bumi (aquatic deoxygenation) dimasukkan ke dalam daftar "Batas-Batas Planet" (Planetary Boundaries). Kerangka kerja sains nan diakui secara dunia ini menentukan pemisah kondusif aktivitas manusia untuk menjaga stabilitas sistem ekologi Bumi.

Studi nan dipimpin para intelektual dari University of California San Diego (UC San Diego) mengungkap bahwa penyusutan oksigen melanda air tawar dan lautan secara drastis akibat perubahan suasana serta polusi nutrisi. Fenomena ini menakut-nakuti keanekaragaman hayati laut, keamanan pangan, hingga keseimbangan ekosistem global.

Para peneliti mencatat bahwa perairan laut telah kehilangan lebih dari dua persen volume oksigen sejak pertengahan abad ke-20. Sementara itu, waduk dan waduk air tawar mengalami penurunan kadar oksigen nan jauh lebih cepat, ialah mencapai 5,5 hingga 18,6% dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Penyebab utamanya adalah pemanasan dunia nan membikin suhu air meningkat. Air nan lebih hangat mempunyai keahlian lebih rendah dalam menampung gas oksigen terlarut. Selain itu, peningkatan suhu air memicu stratifikasi alias pemisahan lapisan air, sehingga menghalangi sirkulasi oksigen dari permukaan menuju lautan dalam.

Ancaman ini diperparah oleh limpasan pupuk pertanian dan limbah ke perairan nan memicu ledakan alga. Ketika alga meninggal dan membusuk, mikroorganisme mengonsumsi oksigen terlarut dalam jumlah besar, menciptakan "zona mati" (dead zones) nan makin meluas di lautan dan danau.

Kondisi tersebut memaksa beragam jenis laut beranjak ke wilayah perairan nan mempunyai kadar oksigen lebih tinggi, nan sering kali mendekatkannya ke permukaan laut. Dampaknya, spesies-spesies ini menjadi lebih rentan terhadap tangkapan nelayan serta gangguan ekosistem lainnya.

Para peneliti menegaskan bahwa pemisah keselamatan kritis untuk oksigen air tawar dan lautan sudah sangat dekat, alias apalagi telah terlampaui di beberapa area perairan.

"Deoksigenasi akuatik sedang melanda lautan serta sistem air tawar secara masif," kata Dr. Lisa Levin, guru besar emeritus di Scripps Institution of Oceanography UC San Diego sekaligus salah satu penulis utama studi tersebut. "Penurunan kadar oksigen ini menakut-nakuti jaringan kehidupan nan menopang masyarakat manusia, mulai dari perikanan hingga stabilitas iklim."

Para intelektual menekankan bahwa pengakuan deoksigenasi sebagai pemisah planet baru sangat krusial. Langkah ini krusial untuk mendorong pemantauan dunia nan lebih padu, memicu kebijakan pengurangan emisi rumah kaca, serta memperketat kontrol terhadap limbah pupuk sebelum akibat kerusakan ekosistem perairan menjadi tidak dapat dipulihkan. (Science Daily/UC San Diego/Z-2)

Selengkapnya