Indonesia Dinilai Wajib Hentikan Agresi AS ke Iran

59 menit yang lalu 2
Indonesia Dinilai Wajib Hentikan Agresi AS ke Iran ilustrasi perdamaian.(MI)

ANGGOTA Komisi I DPR RI Syamsu Rizal meminta Pemerintah Indonesia untuk berkedudukan aktif dalam mendorong agar Amerika Serikat (AS) menghentikan serangan militer kepada Iran.

Dia menilai tidak ada persoalan nan dapat diselesaikan melalui perang berkepanjangan. Jalan perbincangan dan diplomasi, kata dia, kudu menjadi pilihan utama lantaran perang nan terus berjalan tidak hanya berakibat pada negara-negara nan berkonflik, tetapi juga membawa akibat besar bagi masyarakat dunia.

"Indonesia kudu konsisten menyuarakan penghentian serangan dan mendorong semua pihak menahan diri," kata Rizal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (2/8).

Dia mengingatkan bentrok terbuka antara AS dan Iran berpotensi memperburuk situasi geopolitik internasional. Dampaknya dapat menjalar ke sektor ekonomi dunia melalui terganggunya rantai pasok, meningkatnya nilai daya hingga tekanan terhadap perekonomian beragam negara, termasuk Indonesia.

"Semua pihak kudu mengedepankan diplomasi demi menjaga stabilitas dan melindungi kehidupan masyarakat sipil," ujar dia.

Menurut dia, pemerintah Indonesia bisa memanfaatkan posisi strategisnya di beragam forum internasional untuk menggalang support bagi terciptanya gencatan senjata.

Terlebih lagi, dia mengingatkan Indonesia mempunyai petunjuk konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban bumi nan berasas kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Rizal mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berbareng organisasi internasional perlu segera memfasilitasi perundingan tenteram antara Amerika Serikat dan Iran agar bentrok tidak semakin meluas.

"Indonesia berbareng PBB dan negara-negara sahabat kudu membujuk Amerika Serikat dan Iran duduk berbareng di meja perundingan. Gencatan senjata kudu segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan," ucapnya.

Dengan adanya perang, dia mengatakan rakyat sipil selalu menjadi pihak nan paling menderita. Selain korban jiwa, menurut dia, bentrok bakal memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas area serta meningkatkan ketidakpastian global. "Perang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dunia memerlukan perdamaian, bukan eskalasi konflik," kaya Rizal. (Ant/P-3)

Selengkapnya