Intelijen Israel Sebut Iran Susun Rencana Besar ke AS: Bunuh Trump

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Israel dilaporkan telah membagikan info intelijen terbaru kepada Amerika Serikat (AS) mengenai adanya rencana baru dari pihak Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump. Laporan rahasia nan dibagikan pada pekan ini langsung memicu lonjakan ketegangan baru, tepat di saat kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara berada di periode kehancuran total.

Mengutip laporan CNN International, Jumat (10/07/2026), dua sumber nan mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa intelijen AS sebenarnya telah menangkap indikasi ancaman pembunuhan terhadap Trump dalam beberapa minggu terakhir. Namun, info terbaru dari Israel kali ini dinilai sangat krusial lantaran memuat peringatan nan jauh lebih spesifik mengenai sebuah plot pembunuhan baru nan sedang direncanakan oleh Teheran.

Meskipun rincian rencana tersebut belum sepenuhnya jelas dan belum diverifikasi secara independen oleh militer AS, ancaman ini langsung mendapat respons keras dari sang presiden. Gedung Putih menolak berkomentar lebih jauh dan langsung merujuk pada pernyataan teranyar Trump nan menegaskan bahwa dirinya sekarang menempati urutan teratas dalam daftar sasaran pembunuhan Iran.

"Mereka mau menghabisi pemimpin AS-yaitu saya," cetus Trump kepada wartawan.

"Saya berada di daftar apa pun. Saya memandang pagi ini saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini, saya rasa saya agak beruntung, tapi mungkin itu tidak memperkuat lama. Mereka adalah orang-orang jahat dan sakit. Dan kita kudu melenyapkan kanker itu. Kanker itu. Anda tahu apa nan kudu dilakukan? Anda kudu memotong kanker itu sejak dini. Dan itulah nan saya rasakan," lanjut Trump menegaskan sikapnya.

Di sisi lain, sejumlah pejabat senior AS bersikap skeptis dan menduga bahwa laporan intelijen Israel tersebut merupakan bagian dari upaya terselubung untuk memengaruhi keputusan politik luar negeri Washington. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memang diketahui sangat meragukan jalur diplomasi nan ditempuh Trump dengan Iran, terlebih setelah massa di Teheran meneriakkan seruan kematian bagi Trump saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akhir pekan lalu.

Kendati Trump sempat menyatakan bahwa kesepakatan tenteram telah berhujung menyusul tindakan saling serang di Selat Hormuz, upaya diplomatik di kembali layar dilaporkan tetap terus melangkah demi mengejar sasaran kesepakatan nuklir pada pertengahan Agustus nanti. Situasi di lapangan sendiri tetap diselimuti kewaspadaan tinggi, di mana kru kapal induk USS Abraham Lincoln kedapatan terus menyiagakan jet-jet tempur bersenjata komplit untuk mengantisipasi perintah serangan udara dadakan sewaktu-waktu.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya