Inti Bumi Berputar Berlawanan Arah, Ini Penjelasan Ilmuwan dan Dampaknya

5 hari yang lalu 7
Inti Bumi Berputar Berlawanan Arah, Ini Penjelasan Ilmuwan dan Dampaknya Ilustrasi inti Bumi.(Magnific)

PENELITIAN terbaru mengungkap bahwa inti dalam Bumi mengalami perlambatan hingga tampak berakhir relatif terhadap permukaan Bumi sebelum bergerak ke arah sebaliknya. Berdasarkan kajian gelombang seismik dari ratusan gempa bumi, para intelektual menemukan bahwa sejak sekitar 2009–2010, inti dalam berputar lebih lambat dibandingkan mantel dan kerak Bumi. 

Meski kerap disebut sebagai "inti Bumi berputar terbalik", perubahan tersebut hanya terjadi pada kecepatan rotasi relatif dan merupakan proses alami nan tidak menimbulkan ancaman bagi kehidupan manusia.

Terjadi Lebih dari 5.000 Kilometer di Bawah Permukaan

Inti dalam Bumi merupakan lapisan padat nan tersusun atas besi dan nikel, berada lebih dari 5.000 kilometer di bawah permukaan Bumi. Menurut Nature Geoscience, perubahan rotasinya diduga dipengaruhi oleh hubungan medan magnet inti luar cair dan style gravitasi mantel Bumi, sehingga kecepatan putarnya berubah sebagai bagian dari siklus alami nan berjalan selama beberapa dekade.

Dampaknya Sangat Kecil bagi Kehidupan Manusia

Lantas, apakah perubahan rotasi inti dalam bakal memengaruhi kehidupan di permukaan Bumi? Para intelektual menegaskan dampaknya nyaris tidak terasa. Perubahan tersebut hanya menyebabkan ragam nan sangat mini pada panjang satu hari di Bumi, ialah sekitar sepersekian milidetik. Angka itu hanya dapat dideteksi menggunakan instrumen ilmiah berpresisi tinggi dan tidak bakal memengaruhi aktivitas manusia sehari-hari.

Penelitian juga tidak menemukan bukti bahwa perlambatan alias perubahan arah rotasi inti dalam dapat memicu gempa bumi, letusan gunung api, maupun musibah alam lainnya. Dengan kata lain, kejadian ini bukan pertanda bakal terjadinya perubahan besar pada kondisi Bumi, melainkan bagian dari dinamika normal interior planet nan telah berjalan selama jutaan tahun.

Penting untuk Memahami Dinamika Planet

Meski tidak berakibat langsung pada manusia, penelitian mengenai inti dalam Bumi dinilai krusial untuk memahami gimana planet bekerja dari bagian terdalamnya. Pergerakan inti dalam berangkaian dengan dinamika inti luar nan menghasilkan medan magnet Bumi, pelindung alami nan menjaga planet dari radiasi rawan Matahari.

Para intelektual berambisi penelitian lanjutan dengan info seismik nan lebih panjang dapat mengungkap lebih banyak info mengenai hubungan antara rotasi inti dalam, medan magnet, dan perubahan mini pada rotasi Bumi. Temuan tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang perkembangan Bumi sekaligus membantu menjelaskan beragam proses pengetahuan bumi nan tetap menjadi misteri hingga saat ini. (Sumber: Earth, Nature Geoscience/P-3)

Selengkapnya