Jakarta, CNBC Indonesia - Aliran biaya investasi nan masuk ke Batam dapat dirasakan oleh masyarakat, tercermin dari nomor kemiskinan nan turun.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengusaha (BP) Batam nan juga merupakan walikota Batam Amsakar Achmad.
"Angka kemiskinan Batam dari 4,85% turun 3,81%, turun signifikan, kita dapat penghargaan dari kementerian," ucapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Amsakar menjelaskan bahwa investasi nan masuk ke Batam turut menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nan inklusif.
"Pertumbuhan ekonomi nan menjadi atensi kami itu pertumbuhan inklusif, pertumbuhan nan memberi akibat bagi masyarakat itu memang nan kami harapkan," ucapnya.
Untuk diketahui, Perekonomian Kota Batam berasas besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar nilai bertindak Tahun 2025 mencapai Rp 253,64 triliun dan atas dasar nilai konstan 2010 mencapai Rp 144,67 triliun. Ekonomi Batam pun bertumbuh 6,76%.
Sementara itu, Amsakar pun membeberkan bahwa nilai investasi di Batam melonjak 72,38% pada 2025 dibandingkan dengan 2024.
"Untuk nomor investasi, ya pertumbuhannya juga sangat signifikan. 2024, realisasi investasi kita Rp25,46 triliun, 2025 itu menjadi Rp44,01 triliun, tumbuh 72,83%. Kalau dilihat dari sasaran 2025, itu nomor kita Rp36,9 triliun, realisasi kita Rp44,01 triliun," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
(ras/haa)
Addsource on Google

4 hari yang lalu
11







English (US) ·
Indonesian (ID) ·