Iran Balas Serangan AS ke Jembatan, Stasiun Kereta, dan Listrik

4 hari yang lalu 10
Iran Balas Serangan AS ke Jembatan, Stasiun Kereta, Listrik Ilustrasi.(Magnific)

KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik didih baru setelah AS melancarkan gelombang serangan besar untuk malam keenam berturut-turut. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone nan menargetkan beberapa negara Teluk serta pangkalan militer AS di area tersebut.

Berdasarkan laporan instansi buletin AFP, pihak Iran menyatakan sedikitnya 38 orang tewas dan lebih dari 400 lain luka-luka akibat serangan AS sejak kedua pihak berjumpa di Swiss pada 22 Juni lalu. Pertemuan tersebut awalnya ditujukan untuk merundingkan penghentian perang melalui periode negosiasi 60 hari. Dari total korban tersebut, delapan orang dilaporkan tewas dalam serangan semalam.

Dampak Serangan AS di Wilayah Iran

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa pada Jumat awal hari, mereka menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran. Meski militer AS tidak merinci letak spesifik, media lokal Iran melaporkan kerusakan signifikan pada prasarana sipil.

Kantor buletin Fars menyebut sedikitnya enam jembatan di Provinsi Hormozgan hancur, termasuk:

  • Jembatan Gariveh (Bandar Abbas - Khmeir - Lara).
  • Jembatan di dekat desa Latidan.
  • Dua jembatan di rute Kahoorestan-Lar.
  • Jembatan nan sedang dibangun di wilayah Bandar e-Khamir dan Keshar.
  • Jembatan di desa Maru, distrik Khmeir.

Selain jembatan, serangan juga menghantam stasiun kereta api dan jaringan listrik di Bandar Abbas, nan menyebabkan pemadaman listrik massal di wilayah selatan Iran.

Balasan Iran ke Pangkalan AS dan Negara Teluk

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim telah meluncurkan gelombang serangan jawaban ke-13 terhadap pangkalan AS. Berikut situasi di beberapa negara terdampak:

  • Qatar: Otoritas setempat mengeluarkan peringatan setelah proyektil Iran, termasuk satu rudal, memasuki ruang udara. Meski sukses dicegat, serpihan rudal melukai seorang anak di Doha.
  • Kuwait: IRGC mengeklaim menghantam pangkalan militer AS, menghancurkan radar pertahanan rudal, depot senjata, dan dua peluncur rudal HIMARS.
  • Oman: Radar kontrol udara AS di wilayah Ghanim dilaporkan hancur. Satu tanker juga dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di dekat Khasab.
  • Yordania: Militer Yordania menembak jatuh tiga rudal Iran nan melintasi wilayah mereka. Tidak ada korban jiwa nan dilaporkan.
  • Suriah: Pusat komando operasi unik AS di pangkalan al-Tanf menjadi sasaran serangan IRGC sebagai jawaban atas tewasnya tentara Iran di Iranshahr.
  • Bahrain: Sirene serangan udara diaktifkan pada Jumat pagi, memicu kepanikan penduduk di ibu kota.

Pernyataan Politik dan Eskalasi

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak bakal pernah kembali seperti semula sebelum perang 40 hari ini terjadi. Ia menuduh AS sebagai tokoh utama nan mendestabilisasi jalur pelayaran vital tersebut.

Di sisi lain, dinamika politik internal AS turut memanas. Dalam satu siniar berbareng Joe Rogan, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan ada upaya dari personil pemerintah Israel untuk memengaruhi opini publik AS agar menolak kesepakatan tenteram dengan Iran. Vance menyebut pihak-pihak tersebut mau AS tetap melanjutkan kampanye militer di area tersebut.

Catatan Redaksi: Situasi di Timur Tengah terus berkembang secara dinamis. Data korban dan kerusakan prasarana tetap terus diperbarui seiring masuknya laporan dari lapangan. (Al Jazeera/I-2)

Selengkapnya