Iran Desak AS Patuhi Nota Kesepahaman, Tolak Tekanan Ekonomi

52 menit yang lalu 3
Iran Desak AS Patuhi Nota Kesepahaman, Tolak Tekanan Ekonomi Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS.(Xinhua)

KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mendesak Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi seluruh ketentuan nan tertuang dalam nota kesepahaman mengenai upaya penyelesaian bentrok kedua negara. Penegasan ini disampaikan Ghalibaf di Teheran pada Senin (24/8), seraya menyatakan bahwa Iran tidak bakal tunduk pada tekanan ekonomi nan diberikan Washington.

Ghalibaf, nan juga menjabat sebagai ketua tim negosiator Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir. Pakistan diketahui bertindak sebagai mediator dalam upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.

"Kami sedang berupaya untuk menerapkan ketentuan memorandum dan Amerikalah nan kudu mematuhi kewajibannya berasas memorandum tersebut," tulis Ghalibaf melalui saluran Telegram resminya.

Hambatan Stabilitas Kawasan

Menurut Ghalibaf, kegagalan AS dalam mengimplementasikan poin-poin kesepakatan menjadi aspek utama nan menghalang stabilitas di area Timur Tengah. Ia menilai sikap AS tersebut memicu ketidakpercayaan nan mendalam dari pihak Iran maupun organisasi internasional terhadap komitmen Washington.

Meskipun AS terus meningkatkan tekanan ekonomi untuk menciptakan kesulitan finansial bagi Teheran, Ghalibaf menegaskan bahwa strategi tersebut tidak bakal membuahkan hasil. "Tekanan tersebut tidak bakal berpengaruh apa-apa terhadap Iran," tambahnya.

Konteks Konflik Iran-AS

Hubungan kedua negara sempat menunjukkan titik terang saat penandatanganan nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, situasi kembali memanas setelah kedua belah pihak sempat saling melancarkan serangan militer tak lama setelah kesepakatan dibuat.

Hingga saat ini, bentrok tersebut tetap belum menemui solusi permanen. Walaupun tindakan permusuhan bentuk secara langsung telah mereda, AS memilih untuk memperketat hukuman ekonomi sebagai instrumen tekanan politik guna memaksa Iran mengakhiri bentrok sesuai dengan syarat-syarat nan diinginkan Washington.

Poin Utama Pernyataan Detail Keterangan
Tokoh Utama Mohammad Bagher Ghalibaf (Ketua Parlemen & Negosiator Iran)
Mediator Asim Munir (Kepala Staf AD Pakistan)
Tuntutan Iran AS wajib mematuhi tanggungjawab dalam nota kesepahaman penyelesaian konflik.
Posisi Iran Menolak menyerah pada tekanan ekonomi dan hukuman finansial AS.
Dampak Kegagalan AS Ketidakpercayaan diplomatik dan instabilitas kawasan.

Sementara itu, upaya mediasi oleh Pakistan diharapkan dapat meredakan ketegangan nan tetap menyelimuti hubungan kedua negara. (Sputnik/Ant/I-1)

Selengkapnya