Kekeringan Melanda 96 Persen Daerah di Jawa Barat

49 menit yang lalu 1
Kekeringan Melanda 96 Persen Daerah di Jawa Barat Warga menjemur di pinggir sumur tadah hujan nan menyusut akibat tandus di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/8/2026).(Antara)

KEKERINGAN dan krisis air bersih di Jawa Barat terus meluas. Sampai pekan ini, dari total 27 kabupaten dan kota, 26 di antaranya sudah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. 

"Kekeringan dan krisis air bersih sudah melanda 189 desa dan kelurahan di 440 kecamatan. Total penduduk terdampak sudah mencapai 588.534 jiwa dari 181.404 kepala keluarga," ungkap Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Selasa (25/8). 

Upaya membantu penduduk terus dilakukan BPBD dan dibantu lembaga lain. Sampai saat ini sudah 13.001.400 liter air bersih didistribusikan ke penduduk nan terdampak. 

BPBD tidak bergerak sendiri. Mereka telah mendistribusikan 7.886.700 liter air bersih. 

Bantuan juga datang dari sejumlah lembaga. PMI menggelontorkan 1,8 juta liter air bersih, PDAM 2,2 juta liter, Polres 8.000 liter, BBWS 130 ribu liter, Baznas 116 ribu liter, Kodim 4.000 liter, organisasi 240 ribu liter dan bumi upaya 240 ribu liter. 

Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan support air bersih terbesar, ialah sebanyak 6,5 juta liter, menyusul Kabupaten Bogor 2 juta liter dan Kabupaten Karawang 710 ribu liter. 

Sementara jumlah penduduk terdampak paling besar ada di Kabupaten Bogor sebanyak 200 ribu jiwa lebih, lebih banyak dari Kabupaten Bekasi nan sebanyak 72 ribu jiwa, dan Kabupaten Tasikmalaya 46 ribu jiwa.  

"Musim kemarau tetap bakal panjang. Kami mengimbau penduduk bisa berhemat air dengan lebih baik. BPBD bakal berupaya membantu penduduk nan mengalami krisis air bersih," tambah Hadi. (SG/E-4)

Selengkapnya