ARTICLE AD BOX
Negara Republik Islam Iran.(Freepik.)
PIHAK Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan mengenai rumor pelayaran di Selat Hormuz pada Minggu (12/7), meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada Juni. Perkembangan ini memicu kekhawatiran bakal terjadinya kembali eskalasi regional.
Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah unggahan di X pada Minggu pagi waktu setempat bahwa pasukannya telah menyelesaikan serangan putaran ketiga terhadap Iran pekan ini sebagai corak pertanggungjawaban atas serangan pasukan Iran terhadap kapal komersial lain di Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menargetkan pangkalan dan akomodasi AS di sejumlah letak di area Teluk. Media Iran menyebut serangan itu menargetkan akomodasi militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Mesir pada Minggu (12/7) mengutuk serangan Iran itu, menyebutnya pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara-negara nan terdampak, kata Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan.
Kementerian itu menyebut bahwa serangan-serangan tersebut merupakan eskalasi rawan nan menakut-nakuti keamanan dan stabilitas area Teluk serta menghalang upaya nan bermaksud mengurangi ketegangan dan memperkuat keamanan regional.
Mesir menekankan tidak ada dalih alias pembenaran nan dapat diterima untuk serangan semacam itu, menyerukan penghentian segera semua tindakan eskalasi serta kepatuhan terhadap norma internasional guna mencegah ketegangan dan ketidakstabilan lebih lanjut di area tersebut.
Uni Emirat Arab (UEA) juga mengutuk serangan rudal dan drone Iran. Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan keprihatinan atas ketegangan nan bersambung dan perkembangan nan memengaruhi keamanan maritim di area tersebut. Pernyataan kementerian itu menyebut perkembangan ini berpotensi berakibat terhadap keamanan dan stabilitas regional, serta perdagangan internasional.
Sembari menyerukan perbincangan dan langkah diplomatik untuk mengatasi perbedaan, kementerian tersebut menegaskan kembali support Irak terhadap semua upaya nan bermaksud untuk meredakan ketegangan, menjaga keamanan dan stabilitas kawasan, serta melindungi kepentingan berbareng masyarakat di area tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan kembali solidaritas UEA dengan negara-negara nan menjadi sasaran serta kembali menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara-negara tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan di media sosial bahwa pasukannya mencegat rudal dan drone nan mengarah masuk, sementara Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional mengatakan situasi tetap stabil. Otoritas tersebut menambahkan bahwa ancaman rudal nan terdeteksi sebelumnya berada di luar wilayah UEA.
Pada Minggu nan sama, Oman telah memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan nota protes resmi atas serangan drone nan menargetkan sejumlah letak di kegubernuran Musandam dan Al Wusta, menurut Kementerian Luar Negeri Oman.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan Oman menyatakan keprihatinan mendalam atas apa nan digambarkannya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
Oman juga menekankan perlunya menghormati kedaulatan negara, prinsip bertetangga nan baik, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, dan norma-norma nan mengatur hubungan antara kedua negara tetangga tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam sebuah pernyataan, mengutuk keras serangan Iran nan menargetkan wilayahnya dan beberapa negara tetangga, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan norma internasional. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·