Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Kuwait dan Bahrain Siaga

1 hari yang lalu 5
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Kuwait dan Bahrain Siaga ilustrasi: Serangan rudal oleh Iran.(ANTARA/IRNA/IRGC)

IRAN kembali melancarkan serangan jawaban nan menyasar sejumlah akomodasi militer Amerika Serikat di area Timur Tengah pada Senin (20/7) awal hari. Serangan tersebut memicu peningkatan kewaspadaan di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait dan Bahrain, nan segera mengaktifkan langkah-langkah darurat.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara negara itu sedang menghadapi serangan drone nan diluncurkan dari Iran.

Melalui unggahan di platform X, militer Kuwait menjelaskan bahwa bunyi ledakan nan terdengar di sejumlah wilayah berasal dari sistem pertahanan udara nan sedang mencegat ancaman dari udara.

Pihak militer juga meminta masyarakat tetap tenang dan mematuhi seluruh pengarahan keselamatan nan dikeluarkan otoritas mengenai selama situasi berlangsung.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan telah mengaktifkan sirene peringatan serangan udara sebagai langkah antisipasi. Pemerintah mengimbau penduduk untuk tidak panik dan segera menuju letak perlindungan terdekat.

Imbauan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di platform X ketika Iran melancarkan gelombang serangan ke sejumlah sasaran di kawasan.

Selain menyasar wilayah nan menjadi letak akomodasi militer Amerika Serikat, sebuah rudal juga dilaporkan menghantam markas golongan oposisi Kurdi Iran, Komala, di Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan, Irak.

Menurut laporan instansi buletin Irak Shafaq News, golongan tersebut menuding Iran sebagai pihak nan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Komala, nan mempunyai nama resmi Partai Kaum Buruh Kurdistan (Kurdistan Toilers' Party) merupakan golongan oposisi Kurdi Iran berpatokan kiri nan berdiri pada 1969 dan selama bertahun-tahun beraksi dari wilayah Kurdistan Irak.

Kelompok itu menyatakan bahwa sejak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pecah, beragam akomodasi miliknya telah menjadi sasaran serangan berulang.

Menurut pernyataan Komala, markas dan aset mereka telah dihantam lebih dari 91 serangan rudal dan drone sejak bentrok tersebut dimulai.

Gelombang serangan terbaru ini semakin memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran bakal meluasnya bentrok ke lebih banyak negara di kawasan, terutama setelah tindakan saling balas antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. (Al Jazeera/P-4)

Selengkapnya