Selat Hormuz, Iran.(dok.BBC)
UPAYA Oman untuk mendorong pengelolaan berbareng Selat Hormuz belum membuahkan hasil. Iran menolak proposal tersebut dan mengusulkan skema pengganti nan dinilai lebih sesuai dengan kepentingan keamanannya.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tetap adanya sejumlah perbedaan pandangan mengenai tata kelola jalur pelayaran strategis nan berbatasan langsung dengan wilayah perairan kedua negara.
Berdasarkan sebuah laporan, Oman mengusulkan konsep sistem pengelolaan regional berbareng untuk Selat Hormuz dengan menerapkan sistem biaya sukarela bagi kapal-kapal nan melintas.
Dalam skema tersebut, Iran tidak bakal memegang kendali tunggal atas Selat Hormuz. Proposal Oman mengangkat model nan diterapkan di Selat Malaka, jalur pelayaran krusial nan menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Di Selat Malaka, Indonesia, Malaysia, dan Singapura menerapkan sistem kontribusi sukarela dari kapal-kapal nan melintas. Dana tersebut digunakan untuk mendukung keselamatan navigasi, perlindungan lingkungan, serta aktivitas pencarian dan pengamanan di area tersebut.
Usulan Oman disebut bermaksud mengurangi gangguan terhadap perdagangan dunia nan terjadi akibat penutupan Selat Hormuz menyusul bentrok antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski demikian, pemerintah Iran dilaporkan belum menerima sepenuhnya pendapat tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran bagian Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Teheran menolak usulan Oman mengenai pembagian jalur transit nan sama antara kedua negara. Menurutnya, rancangan itu belum bisa menjawab kekhawatiran Iran mengenai aspek keamanan.
Gharibabadi mengatakan Iran telah menyampaikan proposal tandingan kepada Oman. Dalam usulan tersebut, Iran bakal mengelola jalur pelayaran nan berada di sisi wilayahnya, sementara Oman mengatur sebagian, namun tidak seluruh, jalur pelayaran di sisi sebaliknya.
Ia juga menegaskan bahwa Iran belum mempunyai rencana untuk membuka perundingan dengan Amerika Serikat. Namun, dia memastikan komunikasi dengan Oman tetap berlangsung. Dia menambahkan bahwa pembicaraan sedang berjalan selangkah demi selangkah dengan Oman.
Sementara itu, laporan wartawan Al Jazeera, Kamis (30/7) di Iran menyebut Oman mengusulkan tiga jalur pelayaran untuk lampau lintas maritim di Selat Hormuz. Jalur tersebut terdiri atas satu rute melalui perairan teritorial Iran, satu jalur internasional, dan satu lagi melalui perairan teritorial Oman.
Laporan itu juga menyebut tetap terdapat sejumlah rumor nan belum mencapai kesepakatan antara kedua negara. Perbedaan pandangan tersebut mencakup penentuan lintasan kapal, sistem pembiayaan, pihak nan berkuasa mengatur operasional jalur pelayaran, hingga penyelenggaraan pembersihan ranjau laut di area Selat Hormuz. (Fer/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·