ISS Rekam Asap Kebakaran Hutan Selimuti Gunung Berapi Pasifik Barat Laut

1 jam yang lalu 3
ISS Rekam Asap Kebakaran Hutan Selimuti Gunung Berapi Pasifik Barat Laut Potret ISS memperlihatkan kepulan asap kebakaran rimba menyelimuti Gunung Rainier dan Gunung Hood di Pasifik Barat Laut. Simak dampaknya di sini.(NASA)

KEPULAN asap tebal dari kebakaran hutan nan melanda wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Serikat terlihat jelas dari luar angkasa. Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengabadikan momen saat asap akibat kebakaran tersebut menyelimuti gunung berapi Gunung Rainier di negara bagian Washington.

Pengamatan dari orbit ini memperlihatkan hamparan asap nan bertiup dari kebakaran rimba di wilayah tengah dan timur Washington menuju Gunung Rainier. Selain Gunung Rainier, astronot di ISS juga memotret Gunung Hood nan terletak sekitar 160 kilometer di sebelah selatan. Pada gambar Gunung Hood, terlihat gumpalan asap tebal membubung dari kebakaran Grasshopper fire nan dipicu oleh sambaran petir.

Bencana ini melengkapi gelombang kebakaran rimba dahsyat nan melanda Amerika Utara sepanjang musim panas. Pada bulan Juli sebelumnya, ratusan kebakaran rimba telah merusak sejumlah wilayah di Kanada. Memasuki bulan Agustus, kobaran api meluas ke wilayah Washington dan Oregon. Menurut info NASA per 12 Agustus, kebakaran di kedua negara bagian tersebut telah melahap lahan seluas lebih dari 34.000 hektar (84.000 akre).

Laporan CNN menyebut bahwa peristiwa ini merupakan musim kebakaran rimba terburuk nan dialami wilayah Pasifik Barat Laut dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun terakhir. Hingga Rabu (12/8), lebih dari 1,1 juta hektare lahan telah gosong terbakar. Pada Jumat (14/8), puluhan titik kebakaran rimba di wilayah tersebut dilaporkan tetap belum sukses dipadamkan.

Dampak dari kebakaran skala besar ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat. Bencana ini memaksa penduduk melakukan pemindahan dari kediaman mereka serta menyebabkan penutupan sejumlah jalan utama. Tak hanya ancaman langsung dari kobaran api, sebaran asap nan meluas ke beragam wilayah juga memicu penurunan kualitas udara hingga mencapai tingkat tidak sehat.

Kondisi ini diprediksi belum bakal mereda dalam waktu dekat. Menurut National Interagency Fire Center, akibat terjadinya kebakaran nan lebih tinggi dari tingkat normal diperkirakan tetap terus bersambung sepanjang bulan Agustus.

Meskipun upaya pemadaman dan penanganan kebakaran rimba dilakukan langsung di darat, pemantauan dari luar angkasa memberikan perspektif pandang penting. Sudut pandang dari orbit Bumi memberikan gambaran menyeluruh mengenai skala sebaran asap dan akibat bencana. Selain itu, pengamatan berbasis satelit menyediakan info mendalam nan dapat mendukung aktivitas penanggulangan kebakaran rimba di darat. (Space/Z-2)

Selengkapnya