loading...
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi maraknya narasi alias rumor di media sosial mengenai rumor kerusuhan besar nan disebut-sebut terjadi pada Agustus 2026. Foto: Yuwantoro Winduajie
JAKARTA - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menanggapi maraknya narasi alias rumor di media sosial mengenai rumor kerusuhan besar nan disebut-sebut terjadi pada Agustus 2026. Penyampaian pandangan dan pendapat merupakan perihal nan wajar dalam negara demokrasi.
"Ini kan negara demokrasi. Memberikan pandangan-pendapat ya bisa saja asal jangan merusak, jangan kelak menakutkan masyarakat," ujar JK saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: Budiman: Demo 28-30 Agustus Peristiwa Kerusuhan Unik Pertama dalam Sejarah Indonesia Modern
Dia menyoroti beredarnya unggahan di media sosial nan menampilkan foto-foto demonstrasi besar tanpa konteks nan jelas. Menurut dia, tidak sedikit gambar nan digunakan merupakan pengarsipan tindakan lama, namun seolah-olah menggambarkan kondisi saat ini.
"Memang betul itu, tiap hari kita lihat di medsos itu foto seakan-akan raksasa itu demo, padahal demo dua tahun lampau alias demo lima tahun lalu," ungkapnya.
JK mengingatkan agar penggunaan konten semacam itu tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Namun demikian, dia menyatakan kebebasan beranggapan tetap kudu dihormati selama tidak disertai tindakan nan merusak. "Memberikan pandangan silakan, tapi asal jangan merusak," ucapnya.
(jon)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·