Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang

46 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Adik wanita pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Kim Yo Jong, tiba-tiba me-warning Jepang. Salah satu pejabat paling berpengaruh di Korut itu memperingatkan bahwa Pyongyang bakal mengambil "opsi militer tambahan" sebagai respons terhadap apa nan dia sebut "transformasi Jepang menjadi kekuatan militer".

Pernyataan itu disampaikan Rabu (5/8/2026), setelah Tokyo melakukan uji coba rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan nan dimuat media pemerintah KCNA, Kim menuduh Jepang mengembangkan pertahanannya sangat signifikan.

"Mengubah angkatan bersenjatanya menjadi kekuatan nan bisa melancarkan serangan pembukaan serta operasi militer di luar negeri," tegasnya dilansir dari Reuters.

Selain uji coba terbaru rudal Tomahawk nan diluncurkan dari kapal perusak Aegis Chokai di Samudra Pasifik, Kim juga menyoroti uji coba rudal lainnya nan dilakukan Jepang. Termasuk partisipasi negara itu dalam latihan militer campuran nan dipimpin AS di Filipina pada Mei lalu.

Kim mengatakan Korut bakal merespons dengan langkah nan membikin Jepang "merasakan bahwa keamanan negaranya sekarang menghadapi akibat nan lebih besar". Kim, nan memimpin Departemen Dokumentasi Partai Pekerja Korea, mengatakan keahlian serangan jarak jauh nan sekarang dimiliki Jepang secara efektif menempatkan Korut dan negara-negara tetangganya dalam jangkauan serangan.

"Kita kudu membikin mereka menyesal," katanya, dalam salah satu pernyataan paling keras nan ditujukan kepada Tokyo dalam beberapa bulan terakhir.

"AS berada di kembali langkah-langkah militer rawan Jepang," tambahnya.

Pernyataan itu merupakan nan terbaru dari serangkaian komentar Korut nan mengkritik kerja sama keamanan antara AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.

Sejak Juli, KCNA telah menerbitkan sedikitnya enam editorial dan komentar nan mengecam latihan militer campuran ketiga negara tersebut lantaran dianggap menakut-nakuti keamanan area dan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Para analis menilai Pyongyang berupaya menggambarkan modernisasi militer Jepang sebagai ancaman keamanan langsung. Padahal, Korut melakukan pengembangan persenjataannya sendiri.

Profesor di University of North Korean Studies di Seoul, nan Moo-jin, mengatakan pernyataan Kim bermaksud membingkai langkah-langkah Jepang sebagai "bagian dari upaya AS untuk memperkuat keahlian militer sekutunya dalam menghadapi Korut". Sementara itu, guru besar di Institute for Far Eastern Studies, Kyungnam University, Lim Eul-chul, mengatakan narasi tersebut dapat menjadi landasan bagi kemungkinan demonstrasi kekuatan militer Korea Utara di masa mendatang, termasuk uji coba rudal baru alias unjuk keahlian serangan bawah laut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya