Seorang ibu wali siswa saat berjuang melalui akses jalan menuju SDN 022 Balikpapan Timur nan licin dan berlumpur.(MI/Ervan Masbanjar)
AKSES jalan menuju ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 022 Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, di area Batakan dikeluhkan penduduk dan peserta didik di sekolah itu, pasalnya kondisi andaikan diguyur hujan menjadi licin dan berlumpur.
Akibatnya ratusan pelajar dan pembimbing sangat kesulitan untuk melakukan aktivitas belajar dan mengajar, keluhan ini juga disampaikan masyarakat sekitar letak sekolah.
Pantauan Media Indonesia, di lapangan, Senin (20/7), kondisi badan jalan sepanjang 100 meter lebih itu, merata tetap berupa tanah bercampur batu. Ketika diguyur hujan, permukaan jalan menjadi licin, berlumpur, dan dipenuhi genangan air.
Beberapa titik juga terlihat menjadi kubangan sehingga menyulitkan para pengendara sepeda motor melalui akses tersebut dan beresiko terjatuh.
Suasana jalan dan gedung terlihat sangat kontras lantaran gedung sekolah nan sudah berdiri representatif, sehingga penduduk sangat berharap, pembangunan prasarana penunjang pendidikan tidak berakhir pada gedung sekolah, tetapi juga mencakup akses menuju letak itu.
Darwis seorang penduduk Batakan mengatakan, kondisi rusaknya jalan tersebut sebenarnya sudah lama jadi keluhan masyarakat, pasalnya jalan itu digunakan setiap hari oleh ratusan siswa dan tenaga pendidik, lantaran akses utama menuju ke sekolah.
"Sangat disayangkan akses menuju sekolah tetap rusak, padahal akomodasi pendidikan di SDN 022 Balikpapan Timur sudah cukup baik," sebutnya.
Menurutnya, kondisi jalan semakin memprihatinkan ketika musim hujan, lantaran lumpur menutupi badan jalan, membikin anak-anak kudu berangkat ke sekolah dalam kondisi tidak nyaman, kudu super hati-hati jika tidak mau terpeleset dan badan penuh lumpur.
"Fasilitas sekolahnya sudah bagus, tapi jalannya rusak parah. Kasihan anak-anak sekolah, jika hujan sepatu dan baju mereka sudah kotor sebelum masuk kelas," katanya.
Menurut Darwis, keselamatan pengguna jalan juga menjadi perhatian. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan lantaran cemas tergelincir di jalan nan licin.
Senada dengannya, seorang wali siswa berjulukan Yanti, menambahkan, saat ini penduduk mengharapkan Pemerintah Kota Balikpapan segera melakukan peningkatan kualitas akse jalan itu dan melaksanakan pengaspalan agar proses belajar dan mengajar dapat melangkah dengan baik, apalagi gedung sekolah sudah bagus.
“Kami cemas akibat kerusakan jalan itu, membikin semangat anak-anak untuk ke sekolah menjadi kendur, lantaran berjuang melalui akses berlumpur dan licin saat hujan turun,” sebut Yanti.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, pemerintah Balikpapan telah menyiapkan langkah penanganan terhadap akses jalan menuju SDN 022 Balikpapan Timur tersebut.
"Penanganannya bakal kami ajukan menggunakan biaya Belanja Tidak Terduga (BTT)," bebernya.
Ia menjelaskan, skema pendanaan melalui BTT dipilih agar penanganan dapat dilakukan lebih sigap sehingga akses menuju sekolah bisa segera diperbaiki dan dimanfaatkan dengan lebih kondusif oleh siswa maupun masyarakat.
Dibeberkannya, surat permohonan penggunaan biaya BTT pun telah diajukan pihaknya. Dimana, sistem tersebut menjadi solusi tercepat agar perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan oleh lembaga nan berwenang.
"Per hari ini, dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik nan melalui jalan tersebut ke sekolah, Disdikbud Balikpapan telah mengusulkan surat permohonan pembiayaan pekerjaan jalan tersebut melalui sistem BTT. Jadi jika itu disetujui, langsung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum," tegasnya.
Ia mengakui, Disdikbud tidak mempunyai kewenangan maupun anggaran untuk menangani perbaikan jalan lantaran pekerjaan tersebut berada di luar tugas pokok dinas.
Irfan menjelaskan, usulan itu bakal diproses sesuai sistem pemerintah daerah, dan bakal diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebelum kemudian dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum andaikan mendapat persetujuan.
"Jadi kelak ke Dinas Pekerjaan Umum, ada mekanismenya. Ada pengajuan dulu, lanjut melalui BPBD. Harapannya segera disetujui untuk perbaikan melalui sistem BTT," jelasnya.
Ia menilai penggunaan biaya BTT cukup tepat lantaran kerusakan jalan sudah berakibat langsung terhadap aktivitas belajar mengajar dan berpotensi serta membahayakan keselamatan siswa, terutama saat musim hujan ketika jalan berubah menjadi licin dan berlumpur.
“Anggaran BTT memang disediakan pemerintah untuk menangani kondisi mendesak, termasuk kerusakan prasarana nan memerlukan penanganan segera. Sudah kita buat surat pengajuannya per hari ini. Semoga segera dilakukan perbaikan jalan menuju SD Negeri 022 Balikpapan Timur," pungkasnya. (EM)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·