Jakarta, CNBC Indonesia - Tragedi kembali terjadi di Laut Mediterania setelah sebuah kapal nan mengangkut sekitar 60 migran, termasuk wanita dan anak-anak, terbalik di lepas pantai timur Libya. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas alias lenyap saat kapal dalam perjalanan menuju Eropa.
Otoritas Penjaga Pantai Libya timur mengatakan kecelakaan terjadi pada Selasa di dekat Pulau Bardaa, tak jauh dari Kota Tobruk. "Sebanyak 10 orang sukses selamat dengan berenang ke Pulau Bardaa, sementara pencarian terhadap korban lainnya tetap terus dilakukan," kata pihak Penjaga Pantai, seperti dikutip The Associated Press, Kamis (16/7/2026).
Menurut otoritas setempat, kapal tersebut membawa para migran nan berupaya menyeberangi Laut Mediterania untuk mencapai pantai Eropa. Operasi pencarian dan pengamanan tetap berjalan guna menemukan penumpang lain nan belum diketahui nasibnya.
Insiden ini menjadi tragedi maritim terbaru di perairan Libya, nan selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik keberangkatan utama bagi para migran dari Afrika dan Timur Tengah menuju Eropa. Pada bulan lalu, kecelakaan kapal serupa di lepas pantai timur Libya juga menewaskan alias menyebabkan hilangnya 51 migran.
Libya terus menjadi jalur transit utama bagi para migran sejak negara itu dilanda bentrok menyusul pemberontakan nan didukung NATO pada 2011, nan berujung pada terguling dan tewasnya pemimpin lama Moammar Gadhafi. Ketidakstabilan politik membikin jaringan penyelundup manusia leluasa beraksi di wilayah tersebut.
Para penyelundup umumnya mengangkut migran menggunakan perahu mini nan kelebihan muatan dan tidak layak berlayar. Kondisi itu membikin perjalanan melintasi Laut Mediterania menjadi salah satu rute migrasi paling mematikan di dunia.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat lebih dari 800 migran tewas alias lenyap di jalur Mediterania tengah sepanjang periode 1 Januari hingga 16 Mei tahun ini. "Tahun lalu, lebih dari 1.300 migran tewas alias lenyap di jalur tersebut," kata IOM, menegaskan tingginya akibat nan terus dihadapi para pencari suaka dan migran nan mencoba mencapai Eropa.
(tfa/luc)
Addsource on Google

5 hari yang lalu
9







English (US) ·
Indonesian (ID) ·