Jared Kushner Desak Perombakan Total Bantuan Gaza dalam Pertemuan Tertutup Uni Eropa

5 hari yang lalu 7
Jared Kushner Desak Perombakan Total Bantuan Gaza dalam Pertemuan Tertutup Uni Eropa Jared Kushner.(Al Jazeera)

JARED Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump, menyerukan perombakan radikal terhadap sistem support finansial untuk Jalur Gaza, Palestina. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan para menteri Eropa dan Arab nan meluncurkan paket pemulihan senilai nyaris €900 juta (sekitar Rp15,6 triliun) untuk wilayah tersebut.

Berbicara melalui konvensi video, Kushner menolak inisiatif support Gaza nan selama ini berjalan. Ia menilai sistem tersebut, "Dirancang selangkah demi selangkah oleh LSM dan teroris." Ia mendesak ada pergeseran esensial untuk mengubah keadaan di lapangan.

Kritik terhadap Sistem Bantuan dan Sinyal Sampingkan UNRWA

Meski tidak menyebut UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina) secara eksplisit, pernyataan Kushner dianggap sebagai sinyal kuat untuk menyampingkan organisasi tersebut. Posisi ini berpotensi memicu ketegangan dengan Uni Eropa yang merupakan donor terbesar UNRWA.

Kushner menggambarkan situasi di Gaza sebagai liabilitas kekal nan tidak terbatas yaitu kondisi kehidupan kandas membaik meskipun biaya terus mengalir. "Perubahan itu seperti surga: semua orang mau ke sana, tetapi tidak ada nan mau mati," ujar Kushner dalam pertemuan tersebut, menggambarkan keengganan para pihak untuk melakukan perubahan drastis.

Ia juga menuding sistem support kemanusiaan saat ini menjadi saluran pembiayaan tidak langsung bagi Hamas. Menurutnya, aliran duit nan konsisten telah jatuh ke tangan Hamas untuk membeli senjata dan membangun prasarana militer seperti terowongan dan roket.

Syarat Rekonstruksi: Demiliterisasi Hamas

Tema sentral dalam pidato Kushner adalah pelucutan senjata Hamas. Ia menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza tidak bakal sukses selama golongan bersenjata tetap mempunyai kapabilitas militer. Ia menekankan prinsip satu pemerintah dengan satu senjata (one government with one gun).

Kushner berdasar bahwa upaya membangun kembali Gaza bakal sia-sia selain Hamas didemiliterisasi sepenuhnya. Ia apalagi menyindir para peserta konvensi dengan menyatakan bahwa tujuan akhir semestinya adalah memastikan tidak perlu lagi ada pertemuan donor internasional untuk Gaza di masa depan.

Peran Strategis dalam Board of Peace

Kushner sekarang muncul sebagai tokoh kunci dalam upaya mengamankan paket pendanaan internasional untuk Gaza, meskipun dia tidak memegang posisi umum di kabinet. Selain sebagai utusan Trump, dia menjabat di Board of Peace, badan kontroversial nan diketuai oleh Presiden AS nan diharapkan bakal mengawasi rekonstruksi Gaza.

Kehadirannya dalam pertemuan tersebut dinilai mempunyai berat signifikan lantaran hubungan langsungnya dengan Israel. Meski melontarkan kritik tajam, para diplomat menyebut nada bicara Kushner tetap konsiliatoris dengan penekanan pada kerja sama dengan Uni Eropa dan mitra regional.

Ia secara unik memuji negara-negara Arab, Mesir, dan Turki atas pengalaman mereka dalam membangun kota dengan cepat dan menilai mereka sebagai pihak nan paling tepat untuk membantu membayangkan masa depan bagi lebih dari dua juta masyarakat Gaza.

Kontroversi Keterlibatan AS

Undangan terhadap Kushner datang dari Komisioner Uni Eropa untuk Mediterania, Dubravka Šuica. Langkah ini sempat menuai kritik dari beberapa negara personil Uni Eropa nan beranggapan bahwa PBB, bukan Board of Peace, nan semestinya memimpin pembicaraan tersebut.

"Hanya upaya kolektif nan dapat membantu membangun kembali Gaza," ujar Šuica setelah pertemuan, tanpa memberikan komentar langsung mengenai peran spesifik Kushner dalam sesi tertutup tersebut. (Africanews/I-2)

Selengkapnya