Jared Kushner Temui Netanyahu Bahas Rencana Perdamaian Gaza

1 jam yang lalu 3
Jared Kushner Temui Netanyahu Bahas Rencana Perdamaian Gaza Ilustrasi(Dok. Istimewa)

UTUSAN khusus sekaligus menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, dijadwalkan berjumpa dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas kelanjutan rencana perdamaian di Jalur Gaza. Pertemuan ini bermaksud untuk menekan otoritas Israel agar segera melaksanakan tahap berikutnya dari proposal 20 poin nan diusulkan Trump.

Laporan The Jerusalem Post pada Senin menyebut bahwa Kushner tidak bakal datang sendirian. Ia didampingi oleh mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan perwakilan tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov. Fokus utama pembicaraan di Yerusalem ini adalah demiliterisasi total wilayah Gaza guna memastikan golongan Hamas tidak lagi memegang kendali kekuasaan.

Agenda utama pertemuan tersebut mencakup 15 poin unik mengenai pelucutan senjata Hamas. Selain itu, para utusan bakal membahas sistem pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza untuk menjaga keamanan selama masa transisi pemerintahan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (16/8), Kushner dilaporkan telah melakukan pembicaraan intensif dengan ketua Hamas di Mesir. Ia juga telah berjumpa dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi di El Alamein guna menyelaraskan langkah-langkah penyelenggaraan rencana perdamaian nan diprakarsai oleh Washington.

Proses perdamaian ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan tahap pertama nan dicapai pada 9 Oktober 2025. Saat itu, Israel dan Hamas, dengan mediasi dari Mesir, Qatar, AS, dan Turki, sepakat untuk memulai gencatan senjata. Dalam penerapan awal, pasukan Israel telah mundur ke posisi "Garis Kuning", meski saat ini tetap menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.

Dewan Perdamaian pada akhir Juli lampau mengonfirmasi bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan (roadmap) untuk tahap-tahap berikutnya. Rencana ini mencakup pengalihan kendali administratif secara berjenjang kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.

Selain pengalihan kekuasaan, kesepakatan tersebut juga mengamanatkan pembentukan badan unik independen. Badan ini bekerja memantau dan melaporkan setiap corak pelanggaran gencatan senjata nan dilakukan oleh pihak Hamas maupun militer Israel di lapangan. (Anadolu/Ant/I-1)

Selengkapnya