Jatuh Korban, Tim BBKSDA Riau Pasang Dua Kandang Jebak Harimau Sumatra di Sekitar Camp HTI Pelalawan

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Jatuh Korban, Tim BBKSDA Riau Pasang Dua Kandang Jebak Harimau Sumatra di Sekitar Camp HTI Pelalawan Pemasangan jebakan untuk harimau Sumatra.(MI/Rudi Kurniawansyah)

SETELAH menewaskan seorang bocah berumur 12 tahun, Harimau Sumatra kembali merenggut nyawa di PT. Madukoro Lestari Tasik Estate. Kali ini korbannya Eko Prasetyo, 29, nan diterkam di Camp HTI area Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) wilayah manajemen Desa Sungai Ara, dan Desa Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Laskar Jaya Permana, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/7) malam di area camp kedua nan berjarak sekitar 6,5 kilometer dari letak serangan pertama.

"Korban diduga diterkam harimau saat keluar dari camp pada malam hari," kata Laskar, Selasa (14/7).

Korban ditemukan keesokan paginya, Sabtu (11/7), dalam kondisi meninggal bumi dengan luka parah di bagian leher dan kedua kaki.

"Sebagian tubuh korban juga telah dimangsa harimau," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, tim BBKSDA Riau langsung melakukan mitigasi dengan memasang dua kandang jebak di sekitar letak untuk menangkap harimau nan diduga menjadi pelaku serangan.

Menurut laporan tim BBKSDA Riau, harimau nan menyerang korban diduga merupakan perseorangan nan sama dengan pelaku serangan sebelumnya. Satwa tersebut diperkirakan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar tiga tahun.

"Kesimpulan sementara diperoleh dari hasil pemeriksaan jejak di lapangan nan mempunyai ukuran dan karakter nan sama. Namun, identifikasi tetap terus dilakukan untuk memastikan apakah betul perseorangan nan sama," ujarnya.

Diketahui, korban pertama serangan Harimau Sumatra di area tersebut adalah Jerlin Zalukhu, 12, anak dari seorang pekerja HTI nan tinggal di camp HTI nan sama. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/7) awal hari.

Korban dilaporkan diterkam saat menunggu kakaknya mencuci piring di bilik mandi belakang camp.

Kakak korban sempat mendengar jeritan adiknya. Namun, saat ditemukan sekitar 10 meter dari camp, korban mengalami luka parah di bagian leher dan dinyatakan meninggal bumi setelah dibawa ke akomodasi kesehatan.(RK/E-4)

Selengkapnya