Dua Dekade Sekolah Sukma Bangsa: Merawat Harapan dan Pendidikan Karakter di Aceh

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
 Merawat Harapan dan Pendidikan Karakter di Aceh Rangkaian aktivitas angan berbareng ulang tahun ke-20 Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

BERAWAL dari kepedulian kemanusiaan pascatsunami Aceh 26 Desember 2004, Sekolah Sukma Bangsa (SSB) sekarang telah berkembang menjadi model pendidikan nan mengedepankan karakter, mutu, keberagaman, serta perdamaian. Sekolah nan lahir dari rahim program "Indonesia Menangis" ini resmi genap berumur 20 tahun pada 14 Juli 2026.

Didirikan oleh Yayasan Sukma melalui sumbangsih dermawan publik nan digagas Media Group, sekolah satu genting (SD, SMP, SMA) ini berdiri kokoh di tiga lokasi: Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Kehadirannya menjadi ikhtiar nyata untuk membangun kembali masa depan generasi Aceh nan sempat luluh lantak akibat musibah alam dan bentrok bersenjata berkepanjangan.

Momentum Refleksi dan Pengabdian

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, menyatakan bahwa usia dua dasawarsa ini merupakan momentum untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan nan relevan dengan tantangan masa depan. "Dua puluh tahun adalah perjalanan penuh makna. Sukma Bangsa tumbuh menjadi ruang belajar nan memuliakan manusia, bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan harapan," ujarnya di sela-sela angan bersama, Selasa (14/7).

Rangkaian peringatan syukur ini dilaksanakan serentak di tiga letak SSB. Di Pidie, aktivitas angan berbareng dipimpin oleh Abi Akmal, nan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi.

Mengenang Jasa Para Pendahulu

Dalam arahannya, Ahmad Baedowi membujuk seluruh family besar Sukma Bangsa untuk tidak melupakan jasa para pendahulu nan telah meletakkan fondasi sekolah. Ia secara unik menyebut nama almarhum Bapak Hasballah M. Saad dan tokoh-tokoh lainnya nan membidani lahirnya SSB di tengah masa pemulihan Aceh.

“Apa nan kita nikmati hari ini adalah buah kerja keras dan ketulusan banyak orang, pendiri, pengelola, guru, staf, hingga relawan. Rasa syukur kudu diwujudkan dengan melanjutkan kebaikan nan telah mereka wariskan,” tutur Baedowi.

Selain itu, Baedowi membujuk family besar SSB memberikan angan dan apresiasi kepada Surya Paloh, Chairman Media Group sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Sukma. Tokoh nasional asal Aceh tersebut bakal berulang tahun ke-75 pada 16 Juli 2026, hanya berselang dua hari dari peringatan SSB. "Visi dan komitmen beliau memastikan SSB terus berfaedah bagi bumi pendidikan Indonesia," tambahnya.

Menghadapi Tantangan Baru

Direktur Kerja Sama Antarlembaga Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, menekankan bahwa usia 20 tahun adalah penanda perjalanan baru. SSB berkomitmen untuk terus membentuk generasi penduduk bumi nan mempunyai adab mulia tanpa meninggalkan semangat keislaman dan keindonesiaan.

“Kita bakal menghadapi tantangan baru dan pencapaian baru. Pendidikan di sini tidak hanya mengejar angka, tapi memastikan karakter positif terus tumbuh,” kata laki-laki nan berkawan disapa Pak Tongky tersebut.

Apresiasi untuk Angkatan Pertama

Dalam seremoni di Pidie, sekolah memperkenalkan tiga sosok nan telah mengabdi sejak angkatan pertama: Sansrisna (Guru SMA), Sufrida (Guru SD), dan Fatmawaty (Tenaga Tata Usaha). Kehadiran mereka menjadi simbol dedikasi tanpa putus bagi pendidikan di Aceh.

Acara ini juga dihadiri oleh Dewan Pengawas dan Penasihat Kurikulum Yayasan Sukma, Syamsir Alam. Sebagai tokoh kunci pendidikan, Syamsir dikenal aktif mengembangkan sistem literasi di SSB, termasuk mengawal peluncuran 52 titel kitab karya siswa nan telah dipresentasikan dalam beragam simposium nasional maupun internasional. (MR/E-4)

Selengkapnya