Jelang Akhir Juli, Kebakaran Lahan Meluas di Jambi

16 jam yang lalu 3
Jelang Akhir Juli, Kebakaran Lahan Meluas di Jambi im interogator campuran dari Satreskrim Polres Muara Jambi dan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, mendata dan memasang plang tanda penyelidikan di lahan terbakar Minggu siang lalu, di Desa mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaroja(Dok Istimewa )

MEMASUKI puncak musim tandus akhir bulan Juli ini, kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi kian meluas. Menurut catatan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, hingga pengujung Juli 2026 luas lahan terbakar sudah menembus 222 hektare, meningkat 65 hektare dari luas lahan terbakar pada pertengahan Juli sebelumnya.

Pemangku pelaksana BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah, menyebut kebakaran lahan, baik tanah mineral maupun gambut, tersebar di sejumlah kabupaten. Antara lain di Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Batanghari, dan Kabupaten Sarolangun di wilayah barat Jambi. 

Bachyuni menyebut berkah kerja keras Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi berbareng personel campuran di 81 Pos Siaga nan disebar pada titik-titik nan dipetakan rawan karhutla di Jambi. Termasuk support pemadaman melalui pesawat water bombing nan bersiaga di Jambi.

Kendati bukan patokan pasti adanya karhutla, sebut Bachyuni, jumlah hotspot (titik panas) nan terpantau kamera satelit di ujung Juli juga bertambah banyak, nyaris menembus 2.000 titik. 

Tim Satgas senantiasa memverifikasi ada tidaknya karhutla di letak hotspot terdeteksi melalui patroli pesawat Cessna PK-ALA nan disiagakan BNPB di Jambi.

Hal itu selaras dengan penegasan Ketua Pelaksana Harian (Plh) Tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi Brigadir Jenderal TNI Nyamin. Nyamin menekankan, penanganan ancaman karthutla nan dilakukan semenjak Mei 2026, hendaknya mengutamakan pencegahan melalui kerja penemuan awal dan respons sigap saat menemukan titik api.

"Kami tidak menunggu api membesar. Sejak bulan Mei lalu, tindakan nyata pembasahan lahan gambut melalui modifikasi cuaca sudah berjalan. Saat ini, 81 posko kerawanan telah tergelar di titik-titik rawan untuk memastikan penemuan awal dan sosialisasi langsung ke masyarakat," ungkap Nyamin kepada wartawan di Jambi baru-baru ini.

Tindakan Tegas

Sementara itu Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno H Siregar, menegaskan, selain mendukung penuh upaya pencegahan, bakal memberikan tindakan norma tegas terhadap korporasi maupun penduduk perorangan nan kedapatan membakar lahan.

Ketua Perkumpulan Hijau Ferry Irawan mendukung sikap tegas Kapolda Jambi tersebut. Feery berharap, pihak penegak norma melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai patokan norma bertindak terhadap para pemilik lahan nan terbakar.

Sementara itu, interogator Kepolisian Resort Muara Jambi, Polda Jambi, dari info nan dihimpun Media Indonesia, usai pemadaman dan penyelidikan kebakaran dua lahan belukar di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, bakal memanggil pemilik lahan nan diduga milik pengusaha kondang Jambi berinisial AK.

“Benar, kita jadwalkan dipanggil pekan depan,” ujar Kapolres Muara Jambi Ajun Komisaris Besar Bayu Noormansyah kepada Media Indonesia.(SL/E-4)

Selengkapnya