ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok AI)
PENJAGA gawang Inggris, Jordan Pickford, optimistis timnya mempunyai kedewasaan mental untuk tetap tenang saat menghadapi tensi tinggi laga semifinal Piala Dunia kontra Argentina dan kapten mereka, Lionel Messi.
Skuad didikan Thomas Tuchel itu berkesempatan menjadi tim putra Inggris pertama nan mencapai final sejak generasi juara 1966.
Namun, sang juara memperkuat Argentina siap menghadang di Atlanta Stadium, pada Kamis (16/7), dalam pertemuan fase gugur pertama kedua tim sejak kejadian kartu merah David Beckham pada Piala Dunia 1998.
Menatap laga penuh sejarah rivalitas tersebut, Pickford menegaskan bahwa "Tiga Singa" bakal berupaya keras menghindari drama nonteknis di lapangan.
"Saya pikir Anda telah memandang sepanjang turnamen ini kemauan kami untuk memenangkan tekel, kami tidak terlibat dalam perkelahian alias apa pun," kata Pickford dikutip ESPN.
"Keputusan berpihak pada kami alias tidak, kami hanya mengatur ulang fokus, kami melangkah lagi, dan kami membiarkan sepak bola nan berbicara," imbuhnya.
Fokus dan ketenangan mental tersebut dinilai sangat krusial mengingat atmosfer stadion dipastikan bakal berpihak pada Argentina nan berambisi membawa Lionel Messi kembali meraih trofi juara.
Meski menyadari kehebatan bintang berumur 39 tahun itu, Pickford meminta timnya tidak hanya terpaku pada satu sosok.
"Semua orang bakal membicarakan Messi lantaran dia adalah salah satu pemain terbaik sepanjang masa (GOAT)," tutur Pickford.
"Tetapi kita tidak bisa mengabaikan keahlian dan talenta nan kami miliki di dalam skuad, baik dalam menyerang, bertahan, hingga kebersamaan. Kami mempunyai segalanya dan itulah nan perlu kami tunjukkan," imbuhnya.
Sejarah rivalitas masa lalu, mulai dari gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona pada 1986 hingga kartu merah Beckham, tidak lagi menjadi beban bagi skuad Inggris saat ini.
Bagi Pickford, konsentrasi utama timnya adalah membawa Inggris melangkah ke partai puncak setelah sebelumnya sukses mencapai final dalam dua jenis Piala Eropa terakhir.
"Saya pikir ini hanya murni konsentrasi pada kami sebagai Inggris sekarang, dan kami kudu berada dalam kondisi terbaik untuk mengalahkan negara top lainnya," tegasnya.
"Ini adalah kami melawan mereka untuk memperebutkan tempat di final, dan ini adalah pertandingan sepak bola. 90 menit, 120 menit, adu penalti. Kami siap untuk apa pun," sambungnya.
Pemenang dari laga klasik itu nantinya bakal berhadapan dengan Prancis alias Spanyol di babak final Piala Dunia 2026. (ESPN/Ndf)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·