Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Salam Serukan Kompetisi Fair dan Terbuka

1 jam yang lalu 3

loading...

Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang, Jawa Timur, semakin dekat. Foto/SindoNews

JAKARTA - Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang, Jawa Timur, semakin dekat. Puluhan ribu nahdliyin dari beragam wilayah bakal meramaikan gelaran lima tahunan jam’iyyah sekaligus kunjungan ke pendiri NU di Jombang, terutama KH Abdul Wahab Chasbullah.

Sejumlah kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai bermunculan di antaranya, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam dan KH Abdul Hakim Mahfudz. Mereka menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dan mengaku telah mendapatkan kepercayaan muktamirin.

“Saya menyambut baik deklarasi para kandidat caketum PBNU, termasuk dari Jawa Timur, Gus Kikin. Kita berkompetisi kecakapan secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan peserta muktamar, baik dari PWNU, PCNU maupun PCI NU,” kata Gus Salam, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: KH Ma'ruf Amin: Figur Ketum PBNU Harus Mampu Lakukan Perbaikan dan Mendamaikan

Menurut Gus Salam, semua kader terbaik NU mempunyai kesempatan nan sama untuk dipilih memimpin PBNU. Untuk itu, Gus Salam meminta aga penyelenggaraan Muktamar kudu berjalan fair dan terbuka.

“Terpenting bagi saya, restu dan angan dari sesepuh NU dan Pesantren. Karena, ruh dan penjaga jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah beliau-beliau; mempunyai sanad ideologis dan keilmuan serta keteladan dari muassis dan pendahulu NU. Muktamar kelak kudu fair, terbuka dan kader-kader terbaik NU berkesempatan sama untuk dipilih. Karena, start abad kedua NU kudu dengan landasan sistem nan baik dan jauh dari intervensi pihak diluar NU nan membahayakan masa depan dan kepribadian jam’iyyah,” ucapnya.

Lihat video: Satu Abad NU, PBNU Gelar Puncak Harlah di Istora Senayan

Gus Salam menyatakan sebagai kandidat calon ketua umum PBNU sejak lama, setelah ada permintaan dan mendapat perintah dari para guru-kiainya nan merupakan sesepuh NU dan pesantren. Perintahnya agar Gus Salam berupaya mendapatkan kepercayaan dalam Muktamar NU untuk menjadi ketua umum PBNU.

Selengkapnya