Jembatan Ambruk Telan 43 Jiwa, Eks Bos Operator Tol Dipenjara 12 Tahun

5 hari yang lalu 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan Italia menjatuhkan balasan kepada 32 terdakwa dalam kasus runtuhnya Jembatan Morandi di Genoa nan menewaskan 43 orang pada 2018. Mantan CEO operator jalan tol Autostrade per l'Italia, Giovanni Castellucci, menerima balasan paling berat, ialah 12 tahun penjara, setelah dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan pembunuhan lantaran kelalaian.

Putusan dibacakan di pengadilan Genoa pada Kamis (17/7/2026) waktu setempat. Ruang sidang dipenuhi sekitar 400 personil family korban, pengacara, jurnalis, dan masyarakat. Suasana hening menyelimuti sidang saat pengadil membacakan vonis.

"Kita perlu lebih memahami putusan tersebut; ada banyak terdakwa nan terlibat," ujar ahli bicara family korban, Egle Possetti, nan kehilangan empat personil keluarganya dalam tragedi itu, seperti dikutip The Guardian, Jumat (17/7/2026).

Castellucci diadili berbareng 56 terdakwa lainnya mengenai ambruknya Jembatan Morandi. Dalam kejadian tersebut, bentang jembatan sepanjang sekitar 50 meter runtuh saat angin besar musim panas, menyebabkan sejumlah kendaraan jatuh ke penyimpanan dan dasar sungai di bawah jalan layang. Peristiwa itu menjadi salah satu musibah prasarana paling mematikan dalam sejarah modern Italia.

Secara keseluruhan, pengadilan menyatakan 32 orang bersalah dengan balasan penjara mulai dari satu tahun 11 bulan hingga 12 tahun. Sementara itu, sejumlah terdakwa lainnya dibebaskan alias terbebas dari dakwaan tertentu lantaran telah melewati pemisah waktu penuntutan sesuai norma Italia.

Jaksa beranggapan tragedi tersebut dipicu oleh kelalaian bertahun-tahun dalam pemeliharaan jembatan, pengabaian terhadap beragam tanda peringatan, serta penundaan pekerjaan perbaikan demi mempertahankan untung perusahaan. Menurut jaksa, kondisi itu akhirnya berkontribusi pada runtuhnya jembatan berumur 51 tahun tersebut.

Namun, tim pembela membantah tuduhan itu. Mereka berdasar bahwa penyebab utama musibah adalah abnormal pada kreasi original jembatan, terutama kegagalan kabel penahan nomor 9, sehingga keruntuhan tidak dapat dicegah hanya melalui program pemeliharaan.

Usai putusan dibacakan, pengacara Castellucci memastikan bakal mengusulkan banding. Mereka menilai kliennya telah mengandalkan penilaian para insinyur terkemuka Italia selama menjabat sebagai CEO.

"Penderitaan nan disebabkan oleh tragedi Genoa sangat besar dan layak dihormati. Tetapi beratnya peristiwa tersebut menuntut keadilan untuk tetap didasarkan pada tanggung jawab individu, bukan pencarian kambing hitam," kata tim kuasa norma Castellucci dalam pernyataannya.

Tragedi Jembatan Morandi juga memicu perubahan besar dalam pengelolaan jaringan jalan tol Italia. Krisis tersebut berujung pada lepasnya kepemilikan saham pengendali family Benetton di Autostrade per l'Italia setelah mendapat tekanan politik nan kuat.

Sisa-sisa Jembatan Morandi kemudian dibongkar dan digantikan oleh Jembatan Genoa San Giorgio nan dirancang arsitek asal Genoa, Renzo Piano. Jembatan baru itu diresmikan pada Agustus 2020 dengan kreasi nan terinspirasi dari warisan maritim kota Genoa.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya