Pelatih Manchester City Enzo Maresca(X @ManCity)
BEK Manchester City, Josko Gvardiol, memberikan support penuh kepada Enzo Maresca sebagai nakhoda baru di Stadion Etihad. Pemain asal Kroasia tersebut meyakini Maresca adalah sosok nan tepat untuk meneruskan tongkat estafet dari Pep Guardiola.
Meskipun menyadari bahwa proses transisi kepelatihan tidak bakal terjadi secara instan, Gvardiol optimistis Maresca bisa menjaga level kompetitif The Citizens di panggung tertinggi. Menurutnya, perubahan besar di bangku manajerial selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi skuad.
"Saya pikir dia adalah sosok nan sempurna. Namun, tentu semuanya butuh waktu. Ini sesuatu nan betul-betul baru dan tidak mudah mengganti pelatih," ujar Gvardiol sebagaimana dikutip dari Fotmob, Minggu (2/8).
Era Baru Setelah Satu Dekade Guardiola
Enzo Maresca resmi ditunjuk sebagai pembimbing Manchester City pada Juni 2026. Juru strategi asal Italia itu datang untuk menggantikan Guardiola nan memutuskan mengakhiri masa baktinya setelah 10 tahun penuh kesuksesan berbareng klub asal Manchester tersebut.
Maresca diikat dengan perjanjian berdurasi tiga tahun. Rekam jejaknya sebelum mendarat di Etihad terbilang impresif, dengan sukses mempersembahkan gelar Liga Konferensi 2024/2025 dan trofi Piala Dunia Antarklub 2025 saat menangani Chelsea.
Debut Maresca berbareng City telah berjalan dalam laga pramusim melawan Inter Milan di Hong Kong. Dalam laga tersebut, City bermain seri 1-1 di waktu normal sebelum akhirnya menyerah 1-3 melalui drama adu penalti.
Kualitas dan Adaptasi Pemain
Gvardiol menilai manajemen City mempunyai argumen kuat di kembali penunjukan pembimbing berumur 46 tahun tersebut. Ia memandang Maresca membawa kualitas serta ide-ide segar nan dibutuhkan untuk terus mengembangkan permainan tim.
Pemain berumur 24 tahun itu juga menegaskan bahwa keberhasilan masa transisi ini sangat berjuntai pada komitmen para pemain di lapangan. Ia meminta rekan-rekannya untuk segera menyerap filosofi permainan nan diinginkan Maresca.
"Tugas kami adalah membantunya semaksimal mungkin, mendengarkan apa nan dia inginkan, dan berupaya beradaptasi secepat mungkin," tegas mantan pemain RB Leipzig tersebut.
Momen Perpisahan Pep Guardiola
Mengenai kepergian Guardiola nan diumumkan pada pekan terakhir musim 2025/2026, Gvardiol menganggap pemilihan waktu tersebut sudah sangat tepat. Hal ini krusial agar konsentrasi tim tidak terpecah saat kejuaraan tetap melangkah krusial.
"Bila diumumkan lebih awal, itu bisa memengaruhi mental para pemain," katanya.
Gvardiol menambahkan bahwa skuad sebenarnya sudah merasakan tanda-tanda bahwa Guardiola memerlukan waktu rehat setelah satu dasawarsa nan intens.
"Sayangnya, memang sudah waktunya dia hengkang. Tetapi siapa nan tahu? Mungkin setelah enam bulan beristirahat dan energinya kembali, dia bakal kembali lagi," pungkas Gvardiol. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·