Batal Lancarkan Serangan Besar, Donald Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Dimulai Senin

1 hari yang lalu 5
Batal Lancarkan Serangan Besar, Donald Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Dimulai Senin Donald Trump menunda serangan besar ke Iran dan memilih jalur negosiasi. Simak argumen di kembali keputusan AS serta poin pembahasan terbarunya di sini.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan proses negosiasi dengan Iran bakal dimulai pada hari Senin. Keputusan ini diambil setelah dirinya memilih untuk menunda serangan baru terhadap Republik Islam tersebut guna mengupayakan kesepakatan damai.

"Jelas, mereka tidak mau diserang. Mereka tahu besarnya serangan itu lantaran mereka melihatnya sedang dipersiapkan," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada hari Minggu.

"Sekarang apa nan kami lakukan adalah berbincang dengan mereka dalam corak negosiasi. Hal itu dimulai besok sore," tambahnya tanpa merinci lebih lanjut mengenai letak maupun pihak-pihak nan terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Trump menarik kembali ancaman serangan berskala besar terhadap Iran. Ia menyebut serangan tersebut awalnya disiapkan menjadi nan terbesar sejak Perang Dunia II, namun dia menilai kerangka kesepakatan tenteram sekarang telah terlihat.

Trump menjelaskan penundaan serangan ini dilakukan atas permintaan dari pihak Iran serta negara-negara mitra AS, ialah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

"Ketika para sekutu meminta untuk membatalkannya, Anda kudu katakan 'Mari kita lihat.' Dan argumen mereka meminta perihal itu adalah lantaran mereka pikir ada kesepakatan nan bisa dicapai," tutur Trump.

"Ada kesepakatan mengenai Selat Hormuz, dan kemudian bakal ada kesepakatan mengenai nuklir, alias nan bisa Anda sebut sebagai denuklirisasi Iran."

Ia menegaskan kembali sungguh dahsyatnya akibat dari rencana serangan nan dibatalkan tersebut.

"Akan butuh waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali jika memang bisa, saya rasa itu apalagi tidak bakal bisa dibangun kembali," tegas Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, mendesaknya untuk membatalkan serangan lantaran cemas bakal akibat nan tak terduga.

"Maksud saya, apakah mereka bakal dibanjiri oleh orang-orang nan berdatangan ke negara mereka dan menghadapi bencana? Banyak perihal jelek nan bisa terjadi," kata Trump.

Konflik bersenjata ini dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran, meski diplomasi nan berjalan pasang-surut sempat menghadirkan periode tenang sementara.

Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, nan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital pasokan daya global, mengalami kegagalan. Sejak saat itu, Iran memperketat kendalinya atas jalur perairan krusial tersebut seiring kembali meningkatnya tindakan saling serang antarkedua negara dalam beberapa pekan terakhir. (AFP/Z-2)

Selengkapnya