Jumlah Investor Pasar Modal Capai 30,27 Juta, Kepercayaan Pasar Meningkat

4 jam yang lalu 7
Jumlah Investor Pasar Modal Capai 30,27 Juta, Kepercayaan Pasar Meningkat Ilustrasi(Dok Magnific)

PERTUMBUHAN jumlah investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, jumlah single penanammodal identification (SID) telah mencapai 30,27 juta, alias meningkat nyaris 50% sejak awal tahun.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal. Namun, pertumbuhan pedoman penanammodal kudu dibarengi dengan upaya menjaga kualitas dan integritas pasar.

“Pertumbuhan jumlah penanammodal ini menunjukkan ada trust, ada confidence, ada angan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Kiki, sapaan berkawan Friderica, dalam seremoni pembukaan perdagangan dan peluncuran ETF emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Friderica, OJK berbareng penyelenggara pasar modal terus melakukan pembenahan untuk memastikan perkembangan pasar melangkah secara sehat. Perbaikan diarahkan pada penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga penegakan aturan.

Langkah tersebut juga dinilai krusial untuk mempertahankan kepercayaan penanammodal global. Friderica mengatakan OJK secara rutin menerima masukan dari penanammodal dunia dan menjadikannya sebagai bahan dalam menyusun program pengembangan serta penguatan pasar modal nasional.

“Kami sering berjumpa dengan penanammodal global. Harapan-harapan nan disampaikan sudah kita take note dan kita masukkan dalam program pengembangan dan penguatan pasar modal Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, aktivitas penghimpunan biaya melalui pasar modal juga tetap menunjukkan keahlian positif. Sejak awal 2026, nilai biaya nan dihimpun telah menembus lebih dari Rp123 triliun melalui 135 penawaran umum. Sementara itu, jumlah perusahaan tercatat di BEI telah melampaui 962 emiten.

Friderica menilai capaian tersebut tetap perlu diiringi kewaspadaan. Menurutnya, dinamika pasar nan terus berubah membikin penguatan integritas kudu menjadi agenda berkelanjutan, termasuk melalui penegakan patokan andaikan diperlukan.

“Capaian ini kudu kita syukuri, namun tetap mawas diri. Penguatan integritas dan jika diperlukan enforcement terus kita kedepankan,” tegasnya. (E-4)

Selengkapnya