Rapat Gugus Tugas KLA 2026 Balikpapan(Dok Pemkot Balikpapan)
PADA peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 terungkap ada peningkatan jumlah tindak kekerasan terhadap anak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, di mana hingga Juli 2026 mencapai 132 kasus alias naik dibandingkan bulan sama tahun 2025 kemarin nan tercatat mencapai 122 kasus.
Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D Larose, Kamis (23/7), saat peringatan HAN ke-42 Tahun 2026 di Kota Balikpapan nan digelar dalam Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) 2026 sekaligus pembelaan perlindungan anak berbareng para pemerhati anak di Aula Balai Kota.
Kegiatan nan dibuka Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, ketua organisasi perangkat wilayah (OPD), Forum Anak, PKK, akademisi, psikolog, serta beragam pemangku kepentingan nan terlibat dalam pemenuhan kewenangan anak.
“Kasus kekerasan terhadap anak di Balikpapan menunjukkan tren peningkatan, berasas info DP3AKB, hingga Juli 2026 tercatat 132 kasus alias meningkat dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya nan berjumlah 122 kasus,” urainya.
Ia menerangkan, selain kekerasan, pihaknya juga menemukan sejumlah kasus anak nan terpapar mengerti terorisme melalui media sosial, bukan lantaran doktrin keagamaan, melainkan akibat mengakses konten digital nan tidak sesuai.
"Ada beberapa kasus anak di Kota Balikpapan nan terindikasi terpapar terorisme. Ini bukan lantaran doktrin agama, tetapi lantaran akses terhadap media sosial alias konten-konten nan diterima anak-anak tersebut," jelasnya.
Ia juga menyoroti tetap maraknya kasus pelecehan terhadap anak nan terjadi di lingkungan sekitar masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi argumen pentingnya memperkuat edukasi, komunikasi, dan sinergi lintas sektor dalam perlindungan anak.
Nursyamsiarni berambisi aktivitas nan dilaksanakan secara hybrid tersebut bisa memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan agar Balikpapan tetap bisa mempertahankan status sebagai Kota Layak Anak.
"Melalui aktivitas ini dan upaya berbareng dalam membangun komunikasi, informasi, serta edukasi, kami berambisi Balikpapan tetap dapat mempertahankan predikat sebagai Kota Layak Anak," harapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan, anak merupakan aset sekaligus investasi terbesar bangsa sehingga perlindungan terhadap mereka menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
"KLA bukan sekedar predikat, tetapi merupakan komitmen nyata pemerintah wilayah dalam memenuhi hak-hak anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab berbareng pemerintah, keluarga, sekolah, bumi usaha, dan masyarakat," ujar Bagus.
Ia mengakui tetap terdapat sejumlah persoalan nan menjadi perhatian di Balikpapan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, pemanfaatan dan perdagangan anak, perundungan (bullying), penyalahgunaan teknologi digital hingga persoalan kesehatan reproduksi remaja. Berbagai persoalan tersebut kudu diantisipasi melalui langkah pencegahan nan lebih kuat.
"Diperlukan langkah pencegahan nan lebih kuat melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan ketahanan keluarga. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan nan kondusif dan sehat," katanya.
Bagus menjelaskan Pemerintah Kota Balikpapan telah melakukan beragam upaya untuk mempertahankan predikat Kota Layak Anak, diantaranya melalui penyusunan regulasi, pengembangan ruang bermain ramah anak, penguatan Gugus Tugas Kota Layak Anak, hingga pemenuhan lima klaster kewenangan anak nan mencakup kewenangan sipil, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan khusus.
Ia juga membujuk seluruh komponen masyarakat untuk aktif menjadi pelopor sekaligus pelapor andaikan menemukan tindak kekerasan terhadap anak.
"Saya membujuk seluruh peserta menjadikan rapat ini sebagai forum untuk menghasilkan solusi dan rencana tindakan nyata. Pemerintah Kota berkomitmen memenuhi kewenangan anak dan mewujudkan lingkungan nan sehat, aman, inklusif, dan ramah anak," pungkasnya.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·