Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memulai uji coba program 'Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga'. Ini adalah program uji coba bagi pegawai BKN, ialah menempatkan mereka bekerja di instansi pusat, regional dan UPT BKN nan jaraknya dekat dari domisilinya.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa kebijakan ini lahir dari kepercayaan bakal pentingnya work-life balance. Menurutnya, pegawai nan mempunyai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan diyakini bakal memberikan performa nan jauh lebih optimal bagi negara.
Dia menambahkan jika ASN bekerja dekat rumah tak hanya mendongkrak motivasi, tapi juga memberi ruang bagi ASN untuk menjalankan peran maksimal sebagai orang tua maupun personil keluarga.
"Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi lantaran merasa lebih senang setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik lantaran tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun penginapan akibat tinggal jauhan dengan keluarga," ujar Zudan, dikutip Senin (27/07/2026).
Selain soal kualitas hidup, program ini juga menjadi jurus jitu BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga.
Zudan mengungkapkan jika selama ini banyak ASN nan kudu 'merantau' dan hidup terpisah dari family demi tugas negara. Kondisi ini memaksa mereka menanggung biaya ganda, mulai dari transportasi hingga biaya hidup di dua letak berbeda. Dengan penempatan dekat domisili, beban finansial tersebut diharapkan bisa terpangkas signifikan.
Menurut Zudan, langkah ini disebut sebagai penemuan kebijakan nan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketika penyesuaian pendapatan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, dia berambisi pengurangan beban pengeluaran menjadi solusi pandai tanpa menggerus kualitas pelayanan publik.
Saat ini, program tersebut tetap berstatus uji coba internal di lingkungan BKN. Evaluasi mendalam bakal terus dilakukan untuk memandang dampaknya terhadap produktivitas, efektivitas organisasi, hingga kualitas jasa kepada masyarakat.
Jika sukses, kata Zudan, hasil pertimbangan ini bakal menjadi best practice alias percontohan dalam pengelolaan ASN nan berbasis pada kesejahteraan dan keahlian di masa depan.
"Kami berambisi penemuan ini tidak hanya memberikan faedah bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah wilayah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN nan semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengabaikan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas," ujarnya.
Dia berambisi program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah wilayah maupun kementerian dan lembaga.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini angkat bicara soal uji coba program Badan Kepegawaian Negara (BKN) nan memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) ditempatkan lebih dekat dengan domisilinya.
Rini menegaskan, kebijakan tersebut boleh saja diterapkan asal tidak mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pada prinsipnya ASN kudu siap ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan lembaga masing-masing.
"Pada hakikatnya kan ASN itu kan kudu ditempatkan di mana pun dia berada begitu ya. Nah tentunya ini bakal kita sesuaikan dengan pejabat pembina kepegawaian masing-masing. Tentunya saya senang jika misalnya pegawai juga didekatkan dengan tempat domisilinya," kata Rini saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, dikutip dari Detikcom, Senin (28/7/2026).
(haa/haa)
Addsource on Google

3 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·