Beberapa personel Kahitna(ANTARA/Farhan Arda Nugraha)
GRUP musik Kahitna mengungkapkan kunci keberhasilan mereka memperkuat dan tetap kompak selama 40 tahun berkecimpung di industri musik Indonesia. Bagi grup nan berdiri sejak 1986 ini, dinamika perbedaan pendapat adalah perihal wajar, namun kunci utamanya terletak pada rasa saling menerima, rasa syukur, serta konsistensi menjaga identitas karya.
Vokalis Kahitna, Hedi Yunus, menilai perbedaan pandangan dalam grup beranggotakan sembilan orang, belum termasuk manajemen dan kru, merupakan perihal nan sangat alamiah.
"Kalau nan namanya perbedaan pendapat, perbedaan isi kepala, suami istri nan hanya dua orang saja bisa bercerai. Ini kita sembilan orang, ditambah manajemen dan kru, jadi memang wajar jika ada perbedaan pendapat," kata Hedi, dikutip Selasa (4/8).
Seiring bertambahnya usia dan panjangnya kebersamaan, para personel sekarang makin dewasa dalam menyikapi perbedaan dan menerima kekurangan satu sama lain.
"Sekarang kami sudah sampai pada titik menerima kekurangan satu sama lain, menerima kondisi nan ada," ujarnya.
Selain keikhlasan saling menerima, Hedi menekankan pentingnya rasa syukur. Menurutnya, tidak mudah bagi grup musik senior nan personelnya rata-rata berumur 57 hingga 59 tahun untuk tetap aktif tampil di beragam panggung anak muda.
"Di saat band kita udah berumur personelnya nyaris kebanyakan udah 57, 58, 59 tahun kan tidak mudah untuk bisa main di pensi-pensi sebulan bisa dapat job minimal 15. Maksudnya kita tetap kudu tetap mensyukuri perjuangan nan sudah kita lakukan dari dulu dan sekarang," tutur Hedi.
Senada dengan Hedi, vokalis Kahitna lainnya, Mario Ginanjar, mengingatkan bahwa agenda padat nan kerap memicu rasa capek semestinya tidak mengikis rasa syukur. Sebab, posisi nan dinikmati Kahitna saat ini merupakan angan banyak musisi.
"Kadang kita mengeluh capek, tapi kemudian diingatkan lagi bahwa apa nan kita jalani sekarang adalah angan banyak orang," ujar Mario.
Tidak kalah penting, konsistensi dalam bermusik juga menjadi argumen Kahitna tetap relevan di industri musik Tanah Air. Mario menegaskan Kahitna memilih untuk selalu setia pada jati diri musik mereka meski tren terus berganti.
"Walaupun kelak bakal ada dari pihak-pihak nan bilang 'bikin (musik) ini dong lagi ngetren' tapi jika itu dirasa bukan jati diri kita ya kita bakal dengan lembut menolak," tegasnya.
Ia meyakini, konsistensi tersebut nan membikin karya-karya Kahitna selalu mempunyai tempat tersendiri di industri musik Indonesia maupun di hati para penggemarnya. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·