Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mematangkan proyek peningkatan kapabilitas KRL Green Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Pekerjaan ini disiapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan penumpang di jalur tersebut.
Proyek tersebut sekarang masuk tahap finalisasi kreasi sebelum pekerjaan bentuk dimulai. Peningkatan kapabilitas bakal dilakukan bertahap, mulai dari penguatan pasokan listrik hingga pembenahan prasarana pendukung perjalanan KRL.
"Oh, Green Line kelak segera kita mulai. Sekarang sedang finalisasi dari DED-nya. Ya. Nanti Green Line itu bakal ada tiga tahap," kata Dirut KAI Bobby Rasyidin di Manggarai, Jumat (21/8/26).
Tahap awal bakal berfokus pada prasarana kelistrikan nan menjadi fondasi peningkatan kapabilitas perjalanan. Setelah keahlian pasokan listrik bertambah, KAI bakal dapat meningkatkan kapabilitas rangkaian nan beraksi di lintasan tersebut.
"Tahap pertama adalah kita tambahkan ada lima gardu dulu ya, sehingga listriknya naik dulu. Begitu listriknya naik, kita bisa masuk SF 12 (gerbong) di situ, kata Bobby.
Rencana tersebut berangkaian dengan kebutuhan meningkatkan kapabilitas angkut KRL Green Line nan selama ini menghadapi lonjakan penumpang. Dengan kapabilitas listrik nan lebih besar, rangkaian dengan susunan lebih panjang dapat dioperasikan di jalur tersebut.
Setelah tahap awal berjalan, KAI bakal melanjutkan pembenahan terhadap prasarana kelistrikan nan sudah ada. Langkah ini ditujukan agar peningkatan jasa tidak hanya mengandalkan tambahan rangkaian.
Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Setelah itu kelak kita upgrading. Jadi gardu-gardu nan lama kita upgrading semua sehingga kelak headway-nya bisa lebih singkat plus dengan kelak persinyalannya juga bakal kita tingkatkan," ujar Bobby.
Dengan peningkatan tersebut, waktu tunggu antarperjalanan KRL diharapkan dapat dipangkas. Sistem persinyalan juga bakal ditingkatkan agar kapabilitas lintasan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Pemerintah sebelumnya menempatkan Green Line sebagai salah satu jalur nan perlu segera ditingkatkan lantaran jumlah penumpangnya terus bertambah. Jalur Tanah Abang-Rangkasbitung juga tetap menghadapi persoalan jarak antarperjalanan nan dinilai terlalu panjang.
Saat ditanya apakah tahap pertama proyek dapat selesai pada awal 2027, KAI menyampaikan sasaran tersebut tetap menjadi harapan. Penyelesaian tahap awal bakal menjadi injakan untuk melanjutkan tahapan peningkatan kapabilitas berikutnya.
"Iya, 2027 sudah diharapkan tahap satunya selesai," ujar Bobby.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·