Karhutla 12 Hari, BPBD Kubu Raya Prioritaskan Pengamanan Permukiman

1 jam yang lalu 2
Karhutla 12 Hari, BPBD Kubu Raya Prioritaskan Pengamanan Permukiman ilustrasi(Antara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sekarang memprioritaskan perlindungan area permukiman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini difokuskan pada titik api nan telah berkobar selama 12 hari di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya, Sulistiono, menegaskan bahwa keselamatan penduduk menjadi urgensi utama mengingat posisi api nan sangat dekat dengan rumah penduduk.

"Kami punya tanggungjawab mengamankan rumah masyarakat lantaran api tadi sudah menakut-nakuti permukiman dengan jarak sekitar satu separuh meter. Itu nan menjadi prioritas kami," ujar Sulistiono di Sungai Raya, Kamis (6/8).

Luas Lahan dan Ancaman Terhadap Bandara

Sulistiono menjelaskan bahwa api di area tersebut sempat dinyatakan padam, namun kembali muncul sehingga petugas kudu melakukan pemadaman ulang. Hingga saat ini, luas lahan nan terbakar di belakang Komplek Arwana Indah diperkirakan telah melampaui 10 hektare dan tetap berpotensi bertambah lantaran proses pemadaman tetap berlangsung.

Selain menakut-nakuti permukiman, letak kebakaran ini menjadi perhatian serius lantaran hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio. Potensi akibat asap dinilai dapat mengganggu aktivitas penerbangan jika tidak segera dikendalikan.

Titik karhutla lain nan juga menjadi atensi berada di area SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, nan mencakup area terbakar cukup luas.

Kendala Lapangan dan Kondisi Personel

Dalam proses pemadaman, tim di lapangan menghadapi hambatan utama berupa keterbatasan sumber air. BPBD Kubu Raya saat ini mengandalkan kerjasama lintas sektor, mulai dari Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga relawan pemadam kebakaran.

Sulistiono juga mengungkapkan kondisi personel nan mulai mengalami kelelahan fisik. Para petugas telah menangani karhutla di beragam letak selama nyaris satu bulan, termasuk 12 hari berturut-turut di area Arwana Indah.

Kondisi Petugas: Sejumlah personel BPBD dan relawan dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dan beban kerja tinggi, apalagi beberapa di antaranya kudu menjalani perawatan medis.

Pihak BPBD mengapresiasi support dukungan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menjaga stamina petugas. Sulistiono berambisi support dari pemerintah wilayah dan pemangku kepentingan terus diperkuat, baik dari sisi logistik, peralatan, maupun jasa kesehatan, agar penanggulangan karhutla selama musim tandus dapat melangkah optimal. (Ant/E-3)

Selengkapnya