Pengasapan alias fogging untuk mencegah DBD.(Dok. Antara)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) 2026 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hingga minggu ke-26 dilaporkan menurun jika dibandingkan dengan periode nan sama tahun sebelumnya.
Penurunan kasus DBD, sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, berkah kesadaran masyarakat nan meningkat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Saat dikonfirmasi Media Indonesia, Senin (20/7), Anggit menyebut penurunan kasus DBD di Klaten tahun ini juga aspek kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kasus DBD 2026 sampai minggu ke-26 tercatat 112 kasus dan satu meninggal. Sedangkan periode nan sama tahun sebelumnya jumlah kasus DBD mencapai 363 dan meninggal tiga orang.
“Penurunan signifikan kasus DBD di Klaten, adalah berkah optimasi aktivitas PSN dan ahli pemantau jentik nyamuk (jumantik), serta kebersihan lingkungan nan terjaga,” kata Anggit Budiarto.
Gerakan serentak PSN dan jumantik, serta percepatan penanganan medis menjadi kunci penurunan signifikan kasus DBD di Klaten. Untuk antisipasi, aktivitas sosialisasi pun digencarkan.
“Meski kasus DBD turun signifikan, kami mengimbau kepada seluruh penduduk masyarakat untuk tetap waspada, terutama dengan meningkatkan kebersihan lingkungan,” ujar Anggit. (H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·