Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, mengimbau agar masyarakat selalu memakai masker ketika keluar rumah lantaran penyakit ISPA adanya peningkatan.(MI/Kristiadi)
KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 36.596 pasien terjangkit penyakit tersebut dalam periode Januari hingga Juli akibat pengaruh musim tandus dan kondisi jalan nan berdebu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus mulai terasa tajam sejak tiga bulan terakhir seiring datangnya musim kemarau. Penyakit ini menyerang beragam golongan usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang tua.
"Berdasarkan info nan diperoleh, kasus ISPA tercatat 36.596 orang. Peningkatan ini dipicu kondisi cuaca dingin, jalan berdebu, serta kambuhnya sesak napas pada sejumlah pasien," ujar Asep Hendra, Minggu (19/7).
Asep merinci, indikasi nan banyak dikeluhkan pasien meliputi batuk, hidung tersumbat, demam, nyeri otot, susah bernapas, hingga sakit kepala. Meski jumlahnya besar, kebanyakan kasus nan ditemukan bukan merupakan pneumonia, melainkan ISPA umum dan kekambuhan penyakit asma akibat cuaca nan tidak menentu.
Data bulanan menunjukkan perubahan kunjungan pasien ke akomodasi kesehatan seperti Puskesmas dan RSUD Dr. Soekardjo. Tercatat pada Januari terdapat 6.112 kasus, Februari 6.050 kasus, Maret 3.853 kasus, April 5.883 kasus, Mei 5.406 kasus, Juni 5.884 kasus, dan hingga pertengahan Juli sudah mencapai 3.408 kasus.
Kondisi lingkungan nan panas, kering, dan gersang disebut menjadi aspek utama penyebaran penyakit nan menyerang saluran pernapasan, hidung, dan tenggorokan ini. Sebagian pasien kudu menjalani rawat inap, sementara sebagian lainnya dinyatakan sembuh setelah mendapat pengobatan jalan.
Menyikapi situasi ini, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. "Kami mengimbau seluruh masyarakat memakai masker untuk antisipasi, lantaran kondisi sekarang sangat panas dan berdebu," pungkas Asep. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·