Kata-Kata Bos Pengusaha Ekspor Respons Efek Mundurnya Gubernur BI

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran terhadap pelemahan nilai tukar rupiah mencuat setelah berita mundurnya Gubernur Bank Indonesia. Namun, kalangan pelaku upaya memandang bank sentral tetap mempunyai instrumen untuk menjaga stabilitas mata duit nasional.

Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan belum memandang adanya argumen nan mengarah pada perubahan besar terhadap kondisi moneter dalam waktu dekat. Menurutnya, Bank Indonesia tetap bekerja melalui sistem kelembagaan.

"Maaf belum bisa terpikirkan nan spesifik, namun secara umum pengelolaan kebijakan moneter tetap ada tim BI nan menangani," kata Benny.

Ia menjelaskan perhatian pelaku upaya memang tertuju pada arah pergerakan rupiah. Sebab, perubahan nilai tukar bakal memengaruhi biaya usaha, khususnya bagi perusahaan nan berjuntai pada aktivitas perdagangan internasional.

Benny menilai Bank Indonesia telah mempunyai beragam instrumen untuk menjaga stabilitas kurs. Karena itu, pasar diharapkan tetap memberikan kepercayaan terhadap kebijakan nan telah berjalan.

"BI sudah punya kebijakan moneter nan menahan turunnya rupiah," ujarnya.

Adapun mantan Gubernur BI Perry Warjiyo resmi mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) per 25 Juli 2026. Pengunduran dirinya dilayangkan melalui surat kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden berterima kasih dan mengapresiasi atas tugas Perry Warjiyo selama 7 tahun memimpin Bank Indonesia (BI).

"Bapak Presiden menerima pengunduran diri bapak Perry Warjiyo tentu disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia," ujar Prasetyo dalam konvensi pers pagi ini di Gedung BI, Senin (27/7/2026).

Atas pengunduran diri tersebut, Deputi Gubernur BI Destry Damayanti otomatis dipilih menjadi Gubernur BI sementara sesuai dengan patokan Undang-Undang Bank Indonesia.

Destry mengatakan pengunduran diri Perry Warjiyo dilakukan secara sukarela.

"Sehubungan dengan pengunduran diri kerabat Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI secara sukarela lantaran argumen pribadi pada tanggal 25 Juli 2026," kata Destry.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya