Kebakaran Dahsyat Hantam Paru-Paru Bumi, 160.000 Orang Jadi Korban

17 jam yang lalu 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Insiden kebakaran rimba terjadi di area dekat Madrid dan Bordeaux pada tanggal 25 Juli 2026. Si jago merah nan tak terkendali selama dua hingga tiga hari tersebut membikin lebih dari 160.000 orang terpaksa mengungsi ke Prancis dan Spanyol.

Ratusan petugas termasuk para tentara dikerahkan untuk memadamkan api tanpa henti di area rimba itu, nan merupakan bagian dari paru-paru bumi namalain sumber oksigen.

Bau asap kebakaran tercium hingga ke pusat kota Madrid, membikin Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengunjungi area tersebut.

Kedua negara juga telah meminta support Uni Eropa untuk ikut serta memadamkan api nan disebut kebakaran terparah nan pernah tercatat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Jumat memerintahkan militer untuk terjun ke letak kebakaran, nan berakibat pada masyarakat dan visitor di puncak musim liburan.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan negaranya belum pernah mengalami kebakaran sebesar ini sebelumnya.

Seorang pejabat lokal Prancis memperingatkan bahwa kebakaran di dekat Bordeaux menakut-nakuti wilayah metropolitan kota tersebut. Padahal, area tersebut merupakan rumah bagi banyak perkebunan anggur paling bergengsi di dunia.

Tempat penampungan darurat didirikan di sekolah-sekolah dan gedung olahraga di barat daya Prancis bagi para visitor dan masyarakat nan sekarang bertanya-tanya seperti apa keadaan tempat tinggal mereka saat kembali nanti.

"Kami tidak punya tempat untuk menginap," kata Caroline Larrode, 49 tahun, mengutip Channel News Asia, Minggu (26/7/2026).

Ia mengaku meninggalkan rumahnya di Saumos pada hari Jumat dan pergi ke sebuah hanggar besar di Bordeaux nan menampung para pengungsi dari Cekungan Arcachon, berbareng kucing-kucingnya, Nenette, Poupette, dan Tina.

Pekabat Prancis dan Spanyol mencatat, setidaknya ada 141.000 orang telah dievakuasi di barat daya Prancis, serta 25.000 orang di wilayah Madrid, di antaranya lebih dari 1.200 orang lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Sementara sekitar nyaris 40.000 orang lainnya di Spanyol diperintahkan untuk mengungsi di dalam rumah.

Kebakaran nan belum pernah terjadi sebelumnya di Prancis dan Spanyol dipicu oleh hutan-hutan nan sangat kering akibat gelombang panas berturut-turut sejak Mei. Para intelektual mengatakan bahwa perubahan suasana membikin kondisi kekeringan semakin sering terjadi dan membikin keadaan darurat cuaca menjadi lebih ekstrem.

Sanchez dari Spanyol dijadwalkan menghadiri rapat perencanaan darurat di Cenicientos, sebuah desa di jantung area kebakaran tepat di sebelah barat Madrid. Ia rencananya bakal berbincang kepada wartawan setelah rapat tersebut.

Dua dari tiga kebakaran rimba besar di dekat Madrid telah berasosiasi menjadi satu, dan berpotensi bakal menyatu membentuk kobaran api raksasa hanya beberapa kilometer dari ibu kota.

Pejabat lingkungan hidup Pemerintah Daerah Madrid, Carlos Novillo, mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa kebakaran tersebut sekarang mencapai puncaknya. "Saat ini sudah melampaui keahlian petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikannya," ungkapnya.

Di antara mereka nan mengungsi dari sebuah kota pinggiran adalah Luis, seorang teknisi audiovisual, nan telah menghabiskan sore harinya membantu para pengungsi dari desa Pelayos de la Presa ketika dia menerima perintah untuk mengungsi.

"Awalnya saya menangis lantaran di situlah saya dibesarkan. Namun sekarang, nan saya rasakan lebih kepada kemarahan dan kepasrahan, lantaran tidak ada nan bisa kami lakukan selama kami tidak diizinkan kembali dan memandang apa nan bakal kami temukan di sana," katanya kepada AFPTV.

Di Prancis, Perdana Menteri Sebastien Lecornu menggelar rapat darurat berbareng para menteri pada Jumat malam dan menyatakan bahwa total 1.000 personel militer bakal dikerahkan untuk memadamkan api, nan telah melahap 22.000 ha. Luas wilayah tersebut diperkirakan dua kali lipat dari luas Paris.

Dalam sebuah postingan di X, Lecornu juga berjanji bakal mengirimkan 1,5 juta masker pelindung wajah ke departemen Gironde di sekitar Bordeaux untuk melindungi personel nan terlibat dan masyarakat nan terpapar asap.

Sekitar 44.000 orang mengungsi dari semenanjung Cap Ferret nan terkenal dengan area mewah di selatan Bordeaux. Ratusan di antaranya terpaksa meninggalkan wilayah tersebut dengan perahu.

Saat ini, kebakaran terbesar nan tetap aktif di Spanyol tetap berkobar di provinsi Guadalajara, sekitar 100 km di utara Madrid, di mana kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 32.000 ha.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya