Kebakaran Hutan dan Lahan di NTT Masuk Kategori Sangat Tinggi

1 jam yang lalu 4
Kebakaran Hutan dan Lahan di NTT Masuk Kategori Sangat Tinggi Ilustrasi(Dok BMKG)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pasalnya, sesuai info Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Senin (27/7) nyaris seluruh wilayah NTT berada pada kategori sangat mudah terbakar, nan ditandai dengan warna merah pada peta tingkat kemudahan terbakar.

"Waspada potensi kebakaran lahan dan rimba di wilayah dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi," ujar Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot'ek.

Berdasarkan peta FFMC BMKG, wilayah nan didominasi kategori sangat mudah terbakar meliputi Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, seluruh wilayah Pulau Sumba, Rote Ndao, Sabu Raijua, Flores Timur, Lembata, dan Alor.

FFMC merupakan parameter meteorologi nan digunakan untuk mengukur tingkat kekeringan bahan bakar lembut di permukaan tanah, seperti rumput kering, daun, dan ranting kecil. Semakin tinggi tingkat FFMC, semakin mudah vegetasi tersebut terbakar dan api menyebar andaikan ada pemicu.

Sedangkan, sebagian wilayah Flores bagian barat hingga tengah, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka, tetap didominasi kategori mudah terbakar hingga tidak mudah terbakar, meski beberapa titik tetap berada pada tingkat kerawanan tinggi.

Karena itu, Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan langkah membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari aktivitas lain nan dapat memicu kebakaran, terutama di area nan dipenuhi vegetasi kering selama musim kemarau. (H-2)

Selengkapnya