ARTICLE AD BOX
Petugas campuran lakukan penanganan kebakaran lahan di Penajam.(Doc Humas Polres PPU)
PERISTIWA kebakaran lahan terjadi KM 9 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam tepatnya di depan Islamic Center Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kejadian Selasa (14/7) tersebut, langsung di Respons sigap jejeran Polres PPU berbareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sukses mencegah meluasnya kebakaran lahan itu.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasihumas Aipda Syafruddin mengatakan, kejadian kebakaran pertama kali dilaporkan oleh penduduk berjulukan Rizky melalui Call Center Polri 110 sekitar pukul 12.20 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Command Center 110 segera meneruskan info kepada Pamapta II dan piket patroli Satsamapta Polres PPU untuk menuju letak kejadian.
Personel Polres nan dipimpin Pamapta II Polres PPU, Ipda Widiyoko Tyas Mono, lanjutnya, segera melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan petugas BPBD PPU. Upaya pemadaman dilakukan secara sigap dan terpadu guna mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke area sekitar nan berpotensi membahayakan masyarakat maupun lingkungan.
"Begitu laporan diterima melalui Call Center 110, personel langsung bergerak ke letak dan bersinergi dengan BPBD untuk melakukan pemadaman," ujarnya.
Berkat kerja sama nan solid, api sukses dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa nan dapat memicu kebakaran kembali. Situasi di letak pun sukses dikendalikan dan dinyatakan kondusif serta kondusif.
Ia menegaskan, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polres PPU dalam memberikan pelayanan nan profesional, responsif, dan humanis.
"Layanan darurat 110 datang untuk mempermudah masyarakat melaporkan setiap kejadian nan memerlukan penanganan cepat. Kami membujuk masyarakat segera menghubungi 110 andaikan menemukan situasi nan berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan," ungkapnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material nan dilaporkan. Kegiatan melibatkan personel Pamapta II, piket patroli Satsamapta, petugas Command Center 110, Bamin SPKT Polres PPU, serta personel BPBD Kabupaten PPU.
Keberhasilan penanganan ini menjadi bukti sinergi abdi negara dan pemerintah wilayah dalam memberikan perlindungan serta rasa kondusif kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan pentingnya pemanfaatan jasa darurat 110 untuk mempercepat penanganan kejadian di lapangan. (EM)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·