Sempat Telat Beroperasi, Ini Kendala Proyek Smelter Milik Amman

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengungkapkan beragam hambatan nan sempat menghalang operasional akomodasi pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga milik perusahaan di Sumbawa Barat. Gangguan tersebut mencakup kebocoran akomodasi hingga kejadian kebakaran ringan pada komponen mesin pemurnian.

Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau menjelaskan halangan tersebut terjadi selama fase peningkatan produksi (ramp up) pada periode Februari hingga Agustus 2025. Ia menyebut hambatan tersebut memerlukan waktu perbaikan untuk memastikan aspek keamanannya.

"Terjadi halangan ya, terjadi kebocoran pada acid cooling kemudian juga terjadi kebocoran nan mengakibatkan kebakaran ringan pada area flash smelting furnace. Itu terjadi di awal tahun 2025 sehingga menghalang produksi dan memerlukan perbaikan nan sangat panjang pada saat itu," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Smelter nan menggunakan teknologi Double Flash tersebut dirancang dengan kapabilitas input konsentrat mencapai 900.000 ton per tahun. Fasilitas tersebut diproyeksikan bisa menghasilkan output berupa 220.000 ton katoda tembaga, 18 ton emas, 55 ton perak, dan 77 ton selenium per tahun.

Setelah melalui proses perbaikan hingga akhir tahun lalu, perusahaan kembali memulai proses commissioning ulang pada Februari 2026. Hasilnya, akomodasi tersebut saat ini dinilai telah memproses seluruh produksi konsentrat dari tambang Batu Hijau sejak Juni 2026.

"Pada sekitar bulan April 2026 kemarin operasi sudah mulai melangkah dan ramping up melangkah dengan baik sehingga pada sekitar bulan Juni 2026 itu kami sudah bisa memproses seluruh produksi nan dihasilkan oleh tambang saat ini," paparnya.

Meski operasional saat ini sudah melangkah penuh, perusahaan merencanakan penghentian operasional sementara (shutdown) pada akhir tahun kelak alias awal tahun depan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengganti sejumlah peralatan nan belum sempat diperbarui selama masa pemulihan awal.

"Ada beberapa pekerjaan-pekerjaan perbaikan nan tetap tertunda nan diperkirakan kelak kita bakal melakukan shutdown lagi di sekitar bulan Desember alias Januari untuk melakukan penggantian beberapa peralatan," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya