Kebakaran Savana Bromo Capai 80 Hektar

49 menit yang lalu 2
Kebakaran Savana Bromo Capai 80 Hektar Luas kebakaran savana di Gunung Bromo diprediksi mencapai 80 hektar.(Dok. Kemenhut)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) nan melanda area savana Gunung Bromo, Jawa Timur, dilaporkan terus meluas. Berdasarkan info terbaru hingga Rabu (5/8) malam, luas area nan terbakar diprediksi telah mencapai 80 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengungkapkan nomor tersebut diperoleh berasas info dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ia memperingatkan bahwa luasan lahan nan terbakar tetap berpotensi bertambah lantaran api belum sepenuhnya padam.

"Hingga Rabu malam terpantau sekitar 80 hektare savana nan sudah terbakar. Luasan tersebut bisa bertambah seiring belum juga padam dan tetap adanya titik api," ujar Oemar di Probolinggo, Kamis (6/8).

Indikasi awal kebakaran ini terdeteksi sejak Selasa (4/8) melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) milik Kementerian Kehutanan. Data satelit NASA-MODIS menangkap titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan sedang, nan kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan (ground check) untuk memulai operasi pemadaman.

Upaya pemadaman di lapangan menghadapi hambatan berat akibat medan nan curam dan perbukitan terjal. Selain itu, vegetasi nan kering seperti pinus gunung, pakis, dan semak belukar, ditambah angin kencang serta keterbatasan sumber air, membikin api sigap merambat. Petugas terpaksa menyuplai air secara berjenjang menggunakan truk tangki ke titik-titik nan tetap terjangkau.

Guna mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan satu unit helikopter water bombing nan didatangkan langsung dari Palangka Raya. Dukungan udara ini diharapkan bisa menjangkau titik api di lereng-lereng nan susah diakses oleh personel darat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, menyatakan bahwa strategi pemadaman terus disesuaikan dengan kondisi lapangan nan dinamis.

"Personel kami konsentrasi pada sektor-sektor dengan potensi rambatan tertinggi agar penyebaran api dapat ditekan secepat mungkin," jelasnya.

Operasi terpadu ini melibatkan personel campuran dari BPBD Probolinggo, BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI/Polri, TNBTS, relawan, hingga masyarakat setempat. Kementerian Kehutanan juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem penemuan awal dan kerjasama lintas lembaga guna mencegah kerusakan ekologis nan lebih luas di area konservasi tersebut. (Ant/Z-10)

Selengkapnya