Kemarau Menyengat, 119 Kasus Kebakaran Terjadi di Sragen Hingga Juli 2026

1 jam yang lalu 3
Kemarau Menyengat, 119 Kasus Kebakaran Terjadi di Sragen Hingga Juli 2026 Gelar simulasi pemadaman api dengan mobil blambir Damkar usai Apel Siaga Karhultan du Sragen.(MI/WIDJAJADI)

Kasus kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Sragen mengalami lonjakan signifikan sepanjang tujuh bulan terakhir. Tercatat sebanyak 119 kejadian kebakaran telah terjadi, dan nomor ini dikhawatirkan terus bertambah seiring puncak musim kemarau nan menyengat pada periode Agustus hingga September.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berbareng unsur Polri, TNI, BPBD, Perhutani, serta relawan api memperkuat kesiapsiagaan. Polres Sragen menggelar Apel Siaga Karhutla pada Kamis (6/8/2026) di laman Mako Polres setempat untuk memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap menghadapi potensi bencana.

Sebanyak 479 personel campuran dari beragam lembaga mengikuti apel tersebut sebagai corak kewaspadaan dan upaya mitigasi. Selain personel, tujuh unit mobil pemadam kebakaran turut disiagakan untuk memastikan respon sigap di lapangan.

Kapolres Sragen, Ajun Komisaris Besar Dewiana Syamsu Indyasari, nan memimpin apel menyatakan bahwa beragam langkah antisipasi kudu dilakukan secara serius, baik untuk penanganan kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman. Meskipun situasi saat ini dinilai tetap terkendali, tandus nan dipengaruhi kejadian El Nino tahun ini memerlukan perhatian khusus.

"Situasi kebencanaan di Sragen tetap terkendali. Namun, beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus kebakaran lahan tebu. Hasil penyelidikan menyimpulkan kebakaran dipicu oleh pembakaran sisa lahan setelah panen nan dilakukan tanpa pengawasan, sehingga api merembet ke area lain," ujar Dewiana.

Polres dan BPBD Sragen telah mengeluarkan imbauan kepada para pemilik lahan tebu serta masyarakat luas untuk selalu waspada. Warga diminta berkoordinasi dengan abdi negara setempat jika melakukan aktivitas pembakaran lahan milik pribadi guna mencegah api tidak terkendali.

Sragen Masuk 10 Besar Rawan Kebakaran di Jateng

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Sragen, Tommy Isharyanto, mengungkapkan bahwa tingginya nomor kebakaran menempatkan Bumi Sukowati dalam jejeran 10 besar wilayah paling rawan kebakaran di Jawa Tengah.

Data menunjukkan peningkatan kasus nan sangat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Juli 2026, tercatat 119 kebakaran, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode nan sama pada tahun 2025 nan hanya mencatat 56 kejadian.

"Kalau dilihat dari nomor kebakaran, Sragen relatif cukup tinggi, baik kebakaran rumah, lahan, maupun nan lainnya. Kami dari Damkar nyaris setiap hari menangani pemadaman," kata Tommy usai mengikuti Rapat Koordinasi Antisipasi Karhutla.

Tommy membeberkan bahwa pemicu utama maraknya kebakaran di Sragen didominasi oleh aspek kelalaian manusia (human error). Selain aktivitas pembakaran lahan nan tidak diawasi, kebakaran di area pemukiman sering kali dipicu oleh instalasi listrik nan tidak aman, seperti penggunaan stopkontak bersambung nan berlebihan sehingga memicu beban panas tinggi dan korsleting.

Data Hutan Kabupaten Sragen:
Berdasarkan info Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sragen, wilayah ini mempunyai rimba negara seluas 5.244,4 hektare nan mencakup rimba lindung, produksi, dan suaka margasatwa. Sementara itu, luas rimba rakyat mencapai 21,9 ribu hektare.

Hingga saat ini, Polres Sragen terus bersinergi secara kolaboratif dengan Damkar, BPBD, Perhutani, serta unsur TNI dari Kodim maupun Yonif 408 untuk menggencarkan sosialisasi dan mitigasi kebencanaan di seluruh wilayah rawan.

Selengkapnya