ARTICLE AD BOX
Layanan rehabilitasi fisioterapi(Dok. MI)
Layanan rehabilitasi fisioterapi sekarang semakin mudah dijangkau masyarakat Tangerang dan sekitarnya dengan dibukanya sebuah klinik rehabilitasi baru di area Alam Sutera pada 13 Juli 2026. Kehadiran akomodasi ini ditujukan untuk memperluas akses terhadap jasa fisioterapi nan merujuk pada evidence-based practice sekaligus mendukung penanganan pasien, terutama setelah menjalani operasi.
Cabang baru tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan jasa setelah sebelumnya klinik nan sama membuka bagian di Surabaya Barat pada Juni 2026. Perluasan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rehabilitasi pasien dengan beragam kondisi, mulai dari gangguan muskuloskeletal, cedera akibat aktivitas olahraga, hingga pemulihan pascaoperasi ortopedi.
Founder & Owner Physiorehab Clinic Simon Tri Prasetyo mengatakan pemilihan Alam Sutera didasarkan pada tingginya kebutuhan masyarakat Tangerang terhadap jasa fisioterapi nan lebih mudah dijangkau.
"Ekspansi ke Alam Sutera bukan sekadar menambah jumlah cabang, tetapi menjadi upaya kami mendekatkan jasa kepada masyarakat. Banyak pasien di wilayah Tangerang nan menginginkan akses fisioterapi nan lebih mudah tanpa kudu datang ke bagian lain. Kami berambisi kehadiran bagian ini dapat membantu lebih banyak masyarakat memperoleh rehabilitasi nan sesuai dengan kebutuhannya," ujar Simon dikutip pada Selasa (14/7).
Selain memperluas jangkauan layanan, klinik tersebut juga menerapkan konsep kesinambungan penanganan pasien (continuity of care) dalam setiap proses rehabilitasi.
Pendekatan itu diterapkan pada sejumlah pasien nan menjalani operasi ortopedi di Penang, Malaysia, maupun Singapura. Setelah kembali ke Indonesia, mereka melanjutkan program rehabilitasi di klinik tersebut.
Selama masa pemulihan, tim fisioterapis secara berkala mengirimkan laporan perkembangan kondisi pasien kepada master nan melakukan tindakan operasi melalui surat elektronik. Langkah tersebut dilakukan agar proses rehabilitasi tetap mengikuti rencana terapi nan telah disusun sejak awal.
Pola koordinasi tersebut telah diterapkan pada pasien nan menjalani operasi oleh Dr. Oh Kim Soon di Island Hospital, Penang, serta Dr. Alan Cheung di International Orthopedic Clinic, Singapura.
Menurut Simon, komunikasi nan terjalin antara fisioterapis dan master operator menjadi salah satu aspek krusial dalam mendukung keberhasilan proses pemulihan pasien.
"Kami memandang rehabilitasi sebagai kelanjutan dari tindakan medis nan telah dilakukan dokter. Karena itu, komunikasi mengenai perkembangan pasien menjadi bagian dari pelayanan nan kami berikan agar proses pemulihan dapat melangkah secara optimal," katanya.
Sebelum menjalani terapi, setiap pasien terlebih dulu mengikuti pemeriksaan dan asesmen secara menyeluruh. Hasil pertimbangan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi nan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Pelaksanaan terapi memadukan teknik fisioterapi manual dengan penggunaan beragam peralatan fisioterapi modern sesuai kebutuhan pasien.
Melalui pembukaan bagian baru di Alam Sutera, klinik ini berambisi akses masyarakat terhadap jasa rehabilitasi semakin luas. Di sisi lain, langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bahwa fisioterapi tidak hanya berkedudukan dalam pemulihan cedera, tetapi juga membantu mencegah cedera berulang serta mendukung kualitas hidup pasien. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·