Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin mengungkapkan sejumlah strategi dalam mendorong produksi migas nasional, terutama dalam menjaga ketahanan energi. Arifin menyebut PHR konsentrasi pada menjaga dan mengelola baseline produksi, agar tidak tergerus, seperti nan terjadi di beberapa lapangan-lapangan migas lainnya.
"Strategi kami agresif, massif, dan berkembang. Oleh lantaran itu, kami menjaga reliability peralatan dijaga, selain itu tentu saja kudu bertumbuh agar produksi bertambah setiap tahun," rinci Arifin dalam Economic Update CNBC Indonesia, dikutip Jumat (17/07/2026).
Dia menegaskan misi besar PHR adalah mendukung tujuan pemerintah dalam mencapai swasembada energi. Untuk mencapai perjalanan itu, menurutnya PHR mau menjadi salah satu pemain utama dengan target-target nan sudah disusun, sehingga nomor produksi bisa tercapai.
PHR juga menggali potensi Migas Non-Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan melalui sumur Gulamo dan sumur Kelok. Strategi ini sejalan dengan upaya PHR menjaga produksi migas agar tidak tergerus 'natural decline' pada sumur minyak tua. PHR juga mengembangkan teknik Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) produksi dalam negeri nan ditujukan untuk memaksimalkan produksi minyak hingga bertambah 20%.
"Kita sudah masuk level lanjut, kita gunakan CEOR dan nan sangat membanggakan bahwa bahan kimia nan digunakan adalah original Rokan dan sudah dipatenkan. Dengan menggunakan CEOR, jumlah minyak nan bisa diangkat bertambah hingga 20%," ungkap Arifin.
PHR juga telah melakukan injeksi Pertamina di lapangan Minas di area A sejak tahun 2025m sehingga dapat meningkatkan produksi 2.800 BOPD pada akhir 2026. Area B juga terus kita kembangkan, sehingga pada 2028-2029 area ini juga diharapkan bisa tembus 70.000 BOPD.
"Ini kesempatan nan sangat besar bagi kami di Rokan dan memberikan kontribusi bagi bumi minyak dan gas," minta Arifin.
Sejak 2021, PHR terus mengembangkan mentransformasi pemanfaatan teknologi dalam operasi migas melalui Digital Innovation Center (DAS) nan bisa mengontrol aktivitas migas nan dilakukan 44 Ribu tenaga kerja nan melaksanakan pekerjaan di 17 Kabupaten Di Riau.
PHR juga memastikan komitmennya dalam mendukung transisi daya dan swasembada daya dengan strategi agresif, masif dan berkembang. Langkah ini salah satunya dilaksanakan dengan menjalankan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan menekan emisi karbon CO2.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

4 hari yang lalu
10







English (US) ·
Indonesian (ID) ·