Petugas damkar Kabupaten Tasikmalaya terpaksa kudu tidur di lahan kosong usai memadamkan lahan terbakar hingga awal hari di Kecamatan Jamanis dan Sukaresik meski sebelumnya membantu pasok air bersih kepada penduduk di 86 Desa.(Dok Istimewa)
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi menetapkan status siaga darurat musibah kekeringan serta kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Dampak kejadian El Nino dilaporkan terus meluas hingga mencakup 86 desa nan tersebar di 19 kecamatan.
Kondisi ini memicu krisis air bersih nan parah dan peningkatan kejadian kebakaran. Akibatnya, intensitas kerja petugas pemadam kebakaran (Damkar) meningkat tajam hingga menyebabkan sedikitnya 10 personel mengalami kelelahan bentuk nan hebat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, mengungkapkan bahwa musim kemarau panjang telah menyebabkan aliran sungai menyusut dan lahan ilalang mengering. Hal ini memicu rentetan kebakaran, mulai dari lahan hingga pemukiman warga.
"Anggota kudu siap siaga menghadapi beragam kebakaran seperti di TPA Cinangsih Kecamatan Mangunreja, lahan ilalang di Kecamatan Jamanis dan Sukaresik, hingga kebakaran rumah dan penyimpanan rongsok. Di sisi lain, kami juga kudu membantu pasok air bersih di 86 desa," ujar Agus Toni, Kamis (6/8/2026).
Kendala Teknis dan Minimnya APD
Penyusutan debit air di sungai dan kolam ikan menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman. Agus menyebutkan, kendaraan damkar sekarang susah melakukan pengisian ulang air lantaran akses sungai nan mengering, termasuk Sungai Cimulu di Kota Tasikmalaya.
Selain aspek alam, keselamatan petugas juga terancam akibat minimnya fasilitas. Agus membeberkan bahwa personelnya hanya mempunyai dua setel Alat Pelindung Diri (APD), di mana satu di antaranya dalam kondisi rusak. Masalah anggaran juga menghalang pemeliharaan armada operasional.
"Pemeliharaan mobil tidak dianggarkan lantaran UPTD Damkar hanya sebagai penerima manfaat, dan jumlah personel kami juga tetap sangat kurang," tambahnya.
Distribusi Air Bersih Hingga September
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengonfirmasi bahwa permohonan support air bersih dari masyarakat terus meningkat seiring meluasnya akibat perubahan iklim.
Masa siaga darurat ini ditetapkan bakal berjalan hingga September mendatang. Selama periode tersebut, BPBD bekerja sama dengan TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, dan Arta Galunggung untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
"Upaya pasok air dilakukan petugas BPBD maupun Damkar secara nonstop. Saking padatnya jadwal, petugas mengalami kelelahan usai memadamkan api hingga mereka terpaksa tidur di lahan kosong demi menjaga kesiapsiagaan," pungkas Roni.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·