Kekeringan di Jawa Tengah Meluas ke 27 Daerah, 12,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

1 jam yang lalu 5
Kekeringan di Jawa Tengah Meluas ke 27 Daerah, 12,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan Guna memenuhi kebutuhan penduduk terdampak kekeringan, support air bersih terus disalurkan di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.(MI/Akhmad Safuan )

KEKERINGAN di Jawa Tengah kian meluas seiring mendekatnya puncak musim kemarau. Hingga awal Agustus, tercatat ratusan ribu family di 27 kabupaten/kota terdampak krisis air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berbareng lembaga mengenai telah mendistribusikan sebanyak 12.274.200 liter air bersih untuk membantu penduduk nan kesulitan.

Berdasarkan pemantauan pada Kamis (6/8), jumlah penduduk nan mengalami kesulitan air bersih, terutama untuk kebutuhan konsumsi, terus meningkat. Banyak penduduk terpaksa mencari sumber mata air nan jauh, membeli air tangki secara mandiri, alias mengandalkan support pemerintah. Saat ini, support telah menjangkau 281 desa di 134 kecamatan nan tersebar di 27 daerah.

"Kami terpaksa mengandalkan bantuan air bersih untuk kebutuhan konsumsi, lantaran air dari Pamsimas hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan seperti mandi dan cuci," ujar Istikhoroh, 34, penduduk Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Grobogan. Sunaryo, 50, penduduk Desa Depok, Kecamatan Toroh, mengungkapkan bahwa tandus tidak hanya memicu krisis air bersih bagi rumah tangga, tetapi juga menakut-nakuti sektor pertanian. Petani terpaksa membeli air tangki untuk menyirami sawah demi mempertahankan tanaman mereka tetap hidup.

Di Kabupaten Blora, Slamet, penduduk Desa Gabusan, menyebut sumur dan sungai telah mengering sejak Juli. Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyatakan pihaknya telah mengalokasikan support air bersih sebanyak 1.400 mobil tangki untuk mengurangi beban penduduk terdampak.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, juga mengonfirmasi sejumlah area di ibu kota Jawa Tengah seperti Banyumanik, Tembalang, Gunungpati, Ngaliyan, dan Genuk mulai dilanda kekeringan. "Kami menyiapkan 900 ribu liter air bersih, dan nyaris 100 ribu liter sudah didistribusikan ke beragam kelurahan terdampak," jelasnya.

Data Distribusi dan Daerah Terdampak Ekstrem

Kepala Bidang Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Armin Nugroho, menjelaskan bahwa cakupan wilayah terdampak terus meningkat sejak Mei hingga awal Agustus. Berdasarkan info BPBD, total support 12,2 juta liter air (setara 2.508 tangki) telah disalurkan kepada 103.676 family alias sekitar 343.082 jiwa.

Beberapa wilayah tercatat mengalami kekeringan ekstrem, di antaranya:

  • Kabupaten Pemalang: 22 desa di 5 kecamatan terdampak (104.594 jiwa), support tersalurkan 2.707.100 liter.
  • Kabupaten Klaten: Distribusi 2.085.000 liter untuk 44.659 jiwa.
  • Kabupaten Banjarnegara: Distribusi 1.436.100 liter untuk 35.661 jiwa.
  • Kabupaten Banyumas: Distribusi 799.000 liter untuk 20.010 jiwa.
  • Kabupaten Cilacap: Distribusi 729.000 liter untuk 19.871 jiwa.

BPBD Jateng memastikan persediaan air bersih tetap mencukupi. "Cadangan air bersih kita siapkan sekitar 44,9 juta liter dan sebagian besar tetap tersedia. Jika kurang, bakal ditambah melalui support pemerintah daerah, bumi upaya melalui CSR, maupun lembaga sosial," pungkas Armin. (AS/E-4)

Selengkapnya