Kemarau, 10.850 Warga Empat Desa di Klaten Alami Kekeringan

13 jam yang lalu 3
Kemarau, 10.850 Warga Empat Desa di Klaten Alami Kekeringan BPBD Klaten terus giat melaksanakan droping air bersih untuk membantu penduduk nan kekeringan.(Dok. MI/Djoko Sardjono)

SEBANYAK 3.319 kepala family (KK) nan meliputi 10.858 jiwa penduduk empat desa di area lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Ribuan penduduk lereng Gunung Merapi, nan mengalami kekeringan di musim tandus ini tersebar di empat desa, ialah Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo.

Untuk mengatasi kekeringan nan dialami ribuan penduduk empat desa di wilayah Kecamatan Kemalang, BPBD Kabupaten Klaten rutin setiap hari menyalurkan support alias droping air bersih.

Penyaluran support air ke empat desa kekeringan tersebut, sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Darojati, dilakukan sejak 15 Juni 2026.

“Distribusi support air bersih ke empat desa kekeringan di wilayah Kecamatan Kemalang, sejak 15 Juni hingga 20 Juli 2026 total mencapai 306 tangki alias 1.530.000 liter,” jelasnya saat ditemui Media Indonesia, Selasa (21/7).

Secara perincian disebutkan, bahwa Desa Tlogowatu telah mendapat droping support air bersih sebanyak 88 tangki, dengan jumlah penduduk penerima faedah 1.217 KK alias 3.566 jiwa.

Kemudian, Desa Tegalmulyo (72 tangki, 854 KK, 2.839 jiwa), Desa Kendalsari (55 tangki, 376 KK, 1.382 jiwa), dan Desa Sidorejo (91 tangki, 872 tangki, 3.071 jiwa). 

“Untuk hari ini, BPBD Klaten menyalurkan air bersih 15 tangki. Sehingga, aktivitas droping air ke empat desa kekeringan mulai 15 Juni hingga 21 Juli 2026 total mencapai 321 tangki alias 1.605.000 liter,” ungkap Anjung. (H-3)

Selengkapnya