Kemarau Panjang Ancam Lumbung Padi Cianjur, Pemkab Perkuat Antisipasi Kekeringan

1 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX
Kemarau Panjang Ancam Lumbung Padi Cianjur, Pemkab Perkuat Antisipasi Kekeringan Ilustrasi(MI/Widjajadi)

WILAYAH timur Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, jadi salah satu lumbung penghasil padi. Di tengah kondisi kemarau panjang saat ini, wilayah tersebut diwaspadai cukup rawan terhadap ancaman dampak kemarau.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Ali, menuturkan wilayah nan selama ini paling rawan mengalami kekeringan berada di wilayah hilir alias di ujung jaringan irigasi. Di Kabupaten Cianjur, wilayahnya antara lain berada di Kecamatan Haurwangi, Ciranjang, dan sebagian Bojongpicung.

"Biasanya nan terdampak paling parah adalah sawah di ujung saluran irigasi lantaran debit air tidak sampai ke letak tersebut. Kondisi ini nyaris terjadi setiap musim kemarau," kata Ali, Selasa (14/7). 

Untuk mengurangi akibat kekeringan, Dinas TPHPKP berkoordinasi dengan lembaga teknis telah melakukan normalisasi dan pengerukan sejumlah wilayah irigasi. Di antaranya di Daerah Irigasi (DI) Cihea dan DI Ciherang-Cibanteng. 

"Normalisasi ini untuk mencegah sedimentasi nan bisa berakibat terhadap aliran air," ungkapnya. 

Selain itu, Dinas TPHPKP juga telah mengusulkan perbaikan sembilan wilayah irigasi nan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Termasuk di wilayah Cibeber nan notabene tetap cukup banyak terdapat lahan pertanian. 

"Kami berambisi perbaikan irigasi bisa mengurangi akibat kekeringan tahun ini. Kami juga terus mengusulkan perbaikan wilayah irigasi nan menjadi kewenangan provinsi agar pengedaran air semakin optimal," ujarnya.

Ia berambisi musim tandus tahun ini tidak berjalan terlalu panjang. Sebab, Pemkab Cianjur tengah berupaya mewujudkan sasaran produksi pertanian dan program swasembada pangan.

"Jangan sampai sasaran ini terganggu dengan terjadinya tandus panjang," pungkasnya. (BB)

Selengkapnya